SITUS BERITA TERBARU

almarhum GUS DUR : bubarkan MPR/DPR [dikrit] HISTORY..

Monday, October 3, 2011
newbie nih Gannn...

Memang benar yang dikatakan almarhum GUS DUR, seharusnya ketika dekrit pada jaman gusdur menjabat presiden di dukung oleh rakyat indonesia..
untuk membubarkan DPR/MPR,
ternyata memang DPR/MPR kita seperti anak TK dan sarangnya KKN pada saat ini..

kisah :

Detik-Detik Kejatuhan Presiden RI ke 4 - KH. Abdurrahman Wahid
Dalam perjalanannya, Bangsa Indonesia jatuh bangun untuk mempertahankan identitas kebesaran negerinya, namun ada saat-saat yang sangat menyedihkan dalam perjalanannya itu. Salah satunya adalah mengenai kejatuhan Presiden RI ke 2 yaitu Soeharto yang sangat mengharu birukan negeri ini, dan kejatuhan Presiden RI yang ke 4 yaitu KH. Adurrahman Wahid atau yang lebih dikenal sebagai Gus Dur.

Kisah menegangkan menjelang kejatuhan Gus Dur dari kursi Presiden RI pada 23 Juli 2001 memang kerap dibahas sebagai bagian dari sejarah penting perpolitikan Indonesia.

Kekuasaan Gus Dur dihentikan oleh MPR melalui Sidang Istimewa dalam situasi gejolak politik yang cukup panas dan genting. Para pendukung Gus Dur melakukan unjuk rasa besar-besaran di depan Istana. Polisi dan tentara juga berjaga-jaga.

Bahkan, rumah Wakil Presiden Megawati yang dipastikan bakal menggantikan Gus Dur sebagai orang nomor satu RI juga dijaga ketat tentara. Di sana, dua panser juga siap siaga. Suasana di kediaman Mega benar-benar siaga I.

Dari berbagai sumber, termasuk dari buku Gus Dur, Politik dan Militer, terungkap bagaimana panasnya suhu politik saat itu. Berikut ini detik-detik peristiwa menegangkan dibalik kejatuhan Presiden Wahid.
22 Juli 2001
Pada Minggu malam, para kyai NU, kelompok LSM dan simpatisan mendatangi Istana guna memberikan dukungan pada Gus Dur. Massa pendukung Gus Dur dari berbagai daerah melakukan aksi di Monas dan depan Istana Merdeka Jakarta.

23 Juli 2001
01.10 WIB:
Senin dinihari, Gus Dur mengeluarkan dekrit Presiden yang berisi pembubaran parlemen (DPR dan MPR) dan pembekuan partai Golkar, serta mempercepat pemilu. Dekrit ini molor tiga jam dari rencana semula yang akan diumumkan pada 22 Juli, pukul 22.00 WIB.

01.30 WIB:
MPR menggelar rapat pimpinan yang diketuai oleh Amien Rais. Sesuai menggelar rapat, Ketua MPR menggelar jumpa pers didampingi wakil Ketua Ginanjar Kartasasmita, Hari Sabarno dan Matori Abdul Djalil. Amien meminta TNI mengamankan Sidang Istimewa MPR.

08.30 WIB
MPR menggelar sidang istimewa guna meminta pertanggungjawaban Presiden Abdurrahman Wahid. SI MPR diawali dengan pandangan fraksi-fraksi. Sidang digelar setelah 592 dari 601 anggota MPR dalam sidang sebelumnya menyatakan persetujuannya.

12.45 WIB
Alwi Shihab menemui Gus Dur. Presiden menyatakan dirinya dizalimi secara politik oleh orang Senayan. "Gus Dur akan bertahan di Istana," kata Alwi.

16.53 WIB
MPR memberhentikan Abdurrahman Wahid sebagai Presiden RI dan mengangkat Megawati sebagai Presiden. Mobil RI II seketika diganti RI I.

17.30 WIB:
Megawati dilantik oleh MPR dan mengucapkan sumpah jabatan sebagai Presiden baru hingga 2004 yang menggantikan posisi Abdurrahman Wahid.

20.50 WIB
Gus Dur keluar menuju beranda Istana Merdeka dengan mengenakan celana pendek, kaos dan sandal jepit. Dituntun putrinya Yenni serta dan mantan asisten pribadi Zastrouw, Gus Dur melambaikan tangan pada para pendukungnya yang histeris di depan Istana.

Dekrit Presiden itu sendiri berbunyi:
(1) pembubaran MPR/DPR,
(2) mengembalikan kedaulatan ke tangan rakyat dengan mempercepat pemilu dalam waktu satu tahun, dan
(3) membekukan Partai Golkar sebagai bentuk perlawanan terhadap Sidang Istimewa MPR.

Namun dekrit tersebut tidak memperoleh dukungan, dan pada 23 Juli, MPR secara resmi memberhentikan Gus Dur dan menggantikannya dengan Megawati Sukarnoputri.

BANYAK ORANG ORANG BUSUK DI DPR/MPR KITA INI

sekilas berita soal dekrit

cavaliers 03 Oct, 2011

SHARE THIS POST:
FB Share Twitter Share

0 comments:

Andi news online

Hanya gosip

Blog Archive