SITUS BERITA TERBARU

Survei LSI Bunuh Karakter Tokoh Muda Demi Muluskan Ical jadi Capres

Tuesday, November 1, 2011
[imagetag]

Survei LSI Bunuh Karakter Tokoh Muda Demi Muluskan Ical jadi Capres
Senin, 31 Oktober 2011 | 12:14:43 WITA

JAKARTA -- Meski secara substansi merekomendasikan hasil survei Lingkaran Survei Indonesia soal citra politisi muda yang jeblok dijadikan refleksi serius oleh para politisi muda, tapi secara teknis, Bima Arya Sugiarto mempertanyakan survei tersebut.

"Namun secara teknis, metodologi dan momentum survei itu juga tendensius," ungkap Ketua DPP PAN Bima Arya Sugiato pagi ini lewat pesan singkat yang diterima Rakyat Merdeka Online menanggapi survei LSI yang dirilis kemarin tersebut.

Politikus muda ini memang melihat persepsi publik sedang tidak berpihak pada politisi muda partai secara umum. Tapi itu tidak bisa diartikan yang politisi senior lebih dipercaya. Tentu hal ini tergantung bagaimana figurnya. Karena itulah dia menduga ada kemungkinan survei itu diluncurkan untuk pembunuhan karakter tokoh-tokoh muda demi memuluskan kandidat tertentu.

"Kinerja politisi tidak bisa diukur dan dinilai melalui survei saja ayng rawan akan framing atau pengkondisian dari lembaga survei. Momentum peluncuran hasil survei, juga berdekatan dengan isu pencapresan Aburizal Bakrie di Golkar," tandas Bima.
http://www.fajar.co.id/read-20111031...al-jadi-capres


Pramono: Survey LSI Bagian dari Kampanye
Senin, 31 Oktober 2011 13:51 WIB


Metrotvnews.com, Jakarta: Hasil survey Lembaga Survei Indonesia tentang tipisnya dukungan masyarakat terhadap tokoh muda dalam pemilu 2014 juga diragukan Wakil Ketua DPR Pramono Anung. Politikus senior PDI Perjuangan ini menyatakan beberapa hasil survei saat ini dijadikan bahan kampanye.

"Saya melihat dengan jujur ya, melakukan pengamatan dengan hati, bertubi-tubinya beberapa lembaga survei sudah menjadi bagian dari tim kampanye. Dan itu makanya kita dengan gampang bisa mengetahui kebenaran dari hasil survei tersebut," kata Pramono menanggapi hasil survey terbaru LSI di Gedung DPR/MPR Jakarta, Senin (31/10).

Menurut Pramono, masyarakat tak perlu menanggapi berlebihan hasil survey itu bila ada indikasi adanya bagian dari kampanye seseorang. Anggap saja sebagai lucu-lucuan.

"Saya melihat bahwa secara sistematis bagaimana ada 6 lembaga survei yang bersamaan dan kemudian ada penggiringan opini yang mereka menginginkan adanya semacam band wagon efek atau efek samping karena masih banyak voters yang belum menentukan pilihan," jelas dia.

Ia mengatakan, hasil survey akhir-akhin ini seakan-akan ingin menunjukan tokoh yang mempunyai elektabilitas tertinggi akan menjadi satria piningit pada 2014. Padahal hal itu masih jauh.

"Jadi dengan demikian ya ini sah-sah saja. Karena di negara-negara yang demokrasinya sudah maju juga ada yang namanya mereka mempengaruhi publik. Karena mereka tahu swing voter itu yang tinggi sehingga yang namanya efek pengaruh dari seseorang yang dianggap punya kecenderungan untuk menang dan itupun diciptakan dan itu terjadi," jelas dia.

Karena itu Pramono mengatakan kans dari capres dan cawapres muda tetap ada. Sebab pemilihan presiden tidak ada dikotomi tua muda, tapi kapabilitas dan kapasitas seseorang.

"Kita belajarlah sebagai contoh yg ekstrim di Amerika dulu di sana selalu yg presidennya umurnya diatas 55 sampai 60 bahkan dulu Reagan umurnya 70, dengan adanya Obama yang bisa menyedot perhatian publik yang luar biasa toh dia bisa mematahkan mengalahkan Mc Cain," terang dia.
http://www.metrotvnews.com/read/news...-dari-Kampanye

Tiga Pertanyaan yang Harus Dijawab LSI Denny JA
Selasa, 01 November 2011 , 11:31:00 WIB

RMOL. Survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) pimpinan Denny JA soal citra politisi muda terpuruk di mata publik yang dirilis Minggu kemarin terus menuai kontroversi dan menjadi bahan perdebatan. "Tiga faktor yang mencurigakan dari hasil survei LSI tentang politisi muda," kata Ketua DPP PAN Bima Arya Sugiarto lewat pesan singkat pagi ini (Selasa, 1/11).

Pertama, soal cara menarik kesimpulan. Bima membeberkan, hasil survei LSI menunjukan 23,8 persen publik lebih percaya kepada politisi senior. Sebaliknya hanya 15, 4 persen yang percaya pada politisi muda. Selebihnya, 37 persen menganggap politisi senior dan muda sama saja. "(Pertanyaannya), mengapa kesimpulannya hanya ditarik dari 15, 4 persen saja? Padahal potret dominan adalah muda dan tua sama saja. Yang penting integritas personal," tegasnya.

Kedua, Bima mempertanyakan kenapa LSI baru merilis hasil survei itu pada Minggu lalu. Padahal, survei digelar pertengahan September. "Artinya ada momentum politik yang disesuaikan," ungkapnya.

Ketiga, tentang metode survei yang memilih hanya beberapa nama yang dianggap representasi muda untuk dinilai. Dimana-mana ada beberapa menteri dari kalangan muda dianggap tidak perform. Padahal penilaian tentang kinerja yang kurang itu hampir merata pada seluruh kementerian. "Memang secara umum persepsi publik kurang baik pada kinerja kabinet. Jadi tidak ada hubungan antara tua dan muda. (Karena itu) LSI harus jelaskan tiga hal ini kepada publik," tandasnya.
http://www.rakyatmerdekaonline.com/r...-LSI-Denny-JA-

---------------

Kalaupun sekiranya latar belakang survei, metode dan teknik risetnya LSI itu sudah benar, dan issue itu memang sedang hangat dibicarakan rakyat, tapi apa cukup bijak mengangkatnya sebagai sebuah topik survei? Sama saja misalnya, dimana saat sekarang ini orang ramai-ramai membicarakan kerusuhan di Papua, lalu LSI bikin survei ke penduduk PAPUA, dengan pertanyaan: ingin merdeka atau tetap bergabung ke NKRI? Maka apapun hasil survei seperti itu, pastilah bias. Dan sekalipun tak bias, tetap saja rawan dan tak layak diungkapkan didepan umum. Kecuali itu pesanan negara asing, misalnya! Orang jawa bilang, "ngono ya ngono, yen ojo ngono!"

nitarestiani 01 Nov, 2011

SHARE THIS POST:
FB Share Twitter Share

0 comments:

Andi news online

Hanya gosip

Blog Archive