4 Orang Ini Kemungkinan Masuk Kabinet SBY Jum'at, 23 September 2011 13:53 wib
JAKARTA Isu reshuffle kabinet semakin mengencang di Istana. Terlebih, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sendiri sudah memberikan sinyal bahwa perombakan kabinet akan dilakukan sebelum 20 Oktober 2011. Sejumlah nama baru pun dikabarkan akan menduduki jabatan menteri. Berdasarkan informasi yang diperoleh okezone, Jumat (23/9/2011), empat nama baru tersebut tiga di antaranya dari partai politik.
Sekjen Partai Golkar Idrus Marham kabarnya akan menggantikan posisi Andi Mallarangeng sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga. Idrus dinilai tepat karena pernah menjabat sebagai Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI).
Kader Golkar lainnya yang diprediksi akan menduduki kursi menteri adalah Sharif Cicip Sutarjo. Pria yang juga dikenal sebagai pengusaha ini diprediksi akan menggantikan Agung Laksono sebagai Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra). "Menteri Perumahan Rakyat Suharso Monoarfa kemungkinan akan digantikan rekan satu partainya Romahurmuziy," kata salah seorang sumber yang bisa dipercaya.
Sedangkan kalangan profesional yang dikabarkan akan menduduki kursi menteri adalah Andi Gani Nena Wea. Aktivis buruh tersebut digadang akan menggantikan Muhaimin Iskandar sebagai Menteri Tenaga Kerja yang saat ini tengah mendapat sorotan.
Namun, lagi-lagi pihak Istana masih tutup mulut soal kabar tersebut. Bahkan, Idrus Marham yang sempat dikonfirmasi wartawan seputar kabar reshuffle tersebut enggan berkomentar panjang. "Silakan, bagi kita reshuffle itu adalah standar saja, itu adalah hak prerogatif Presiden. Kecuali dari menteri Golkar (terkena reshuffle), kita perlu bicara. Ini kan koalisi. Tetapi memang belum ada pembicaraan," kata Idrus kepada wartawan.
http://news.okezone.com/read/2011/09...uk-kabinet-sby [VIDEO] Inilah Bursa Calon Menteri Jelang Reshuffle Romahurmuzy dan Harry Azhar Diisukan Calon Menteri Jumat, 23 September 2011 11:58 WIB
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Dua politisi kawakan yakni Sekjen PPP Muhammad Romahurmuziy dan Ketua DPP Partai Golkar Harry Azhar Aziz santer terdengar diusulkan sebagai calon menteri untuk masuk dalam jajaran Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) Jilid II menggantikan menteri dalam reshuffle kabinet yang akan dilakukan SBY sebelum 20 Oktober 2011. Muhammad Romahurmuziy yang akrab disapa Romi tidak mau berspekulasi mengenai isu tersebut. "Ndak usah didengar. Infonya belum tentu benar," kata Romi ketika dikonfirmasi Tribunnews.com dari Jakarta, Jumat (23/9/2011).
Sebelumnya diberitakan Ketua Umum PPP Suryadharma Ali dan Presiden SBY sudah berkomunikasi mengenai rencana reshuffle Kabinet. Romi politisi muda ini dikenal sebagai anak dari Prof KH Tholchah Mansoer yang dulu pernah menjabat sebagai Rais Syuriyyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Jabatannya sebagai Sekjen PPP diraih setelah diberi kepercayaan oleh Ketua Umum PPP Suryadharma Ali dalam Kongres PPP beberapa waktu lalu.
Pria kelahiran Sleman, 10 September 1974 ini sekarang duduk sebagai anggota DPR RI. Romi dikabarkan akan diplot menjadi menteri perumahan rakyat (Menpera) menggantikan Suharso Monoarfa yang juga berasal dari kader PPP.
Sementara itu, Harry Azhar yang dikonfirmasi soal isu itu mengaku tidak tahu apa-apa karena itu kewenangan Presiden SBY."Mana saya tahu," kata dia. Harry dikenal politisi kawakan Partai Golkar. Pria kelahiran Tanjung Pinang, Kepulauan Riau, 25 April 1956 ini juga menjabat Korwil Kepri-Riau DPP Partai Golkar 2004-2009.
Pernah menjabat Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR dan saat ini sebagai Wakil Ketua Komisi XI DPR RI. Harry dikabarkan akan menggantikan Armida Alisjahbana sebagai Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas.
Beberapa hari terakhir di media massa beredar nama calon menteri yang digadang-gadang menggantikan menteri yang akan direshuffle (dirombak). Sebutlah di antaranya Direktur Utama Pertamina Karen Agustiawan yang kabarnya akan diplot menjadi Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menggantikan Darwin Salah, Direktur Utama PLN Dahlan Iskan yang akan menjadi Menteri BUMN menggantikan Mustafa Abubakar, serta Gubernur Jawa Timur Soekarwo yang akan menggantikan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Gamawan Fauzi.
Namun Pihak Istana Kepresidenan melalui Staf Khusus Presiden bisang Informasi, Heru Lelono, membantah nama calon menteri yang banyak beredar berasal dari Presiden SBY maupun dari staf khusus Presiden.
http://www.tribunnews.com/2011/09/23...-calon-menteri Patrialis Terancam, Taufik & Tjatur Dipersiapkan Jumat, 23 September 2011 | 11:23 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Posisi Menteri Hukum dan HAM Patrialis Akbar dikabarkan terancam. Partai Amanat Nasional (PAN) sudah mempersiapkan dua nama calon penggantinya. Patrialis dikabarkan akan diganti karena kinerjanya yang tidak memuaskan terkait lolosnya beberapa buronan koruptor ke luar negeri dan lemahnya pengelolaan lembaga pemasyarakatan (Lapas). Dua nama calon menteri pengganti Patrialis yang disiapkan PAN adalah Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan dan Wakil Ketua Komisi III DPR Tjatur Sapto Edy.
Menanggapi kabar ini, Sekretaris Fraksi PAN Teguh Juwarno mengatakan, pihaknya dalam posisi pasif menunggu kabar resmi reshuffle kabinet dari Presiden SBY. "Kalau Presiden tetap mempertahankan (Patrialis, red) kami mendukung langkah itu, kalau Presiden meminta persiapkan nama baru tentunya PAN punya banyak kader yang siap berbakti untuk negara," ujar Teguh, Jumat (23/9/2011).
Menurut Teguh, apapun yang diputuskan Presiden SBY mengenai nasib kader PAN di kabinet akan dihormati sebagai kehormatan dan kewibawaan seorang kepala pemerintahan. Adapun di internal PAN, terangnya, kewenangan pergantian menteri ada di tangan Ketua Umum PAN Hatta Rajasa dan Ketua MPP Amien Rais. "Tentunya juga Pak Amien dan Bang Hatta sebagai orang tua dan pimpinan kami (PAN, red) sudah mempersiapkan kader-kader terbaiknya, siapa yang mengabdi di kabinet dan siapa yang mengabdi di legislatif."
http://nasional.inilah.com/read/deta...r-dipersiapkan ---------------
Selama pos kementerian itu hanya di isi orang-orang Parpol, jangan berharap banyaklah! Kelasnya kagak beda jauh-jauh dengan Patrialis, Tifatul atau Muhaimin dan Darwin Saleh ... atau Andi Mallarangeng. Kebijakan Reshuffle nanti memang tampaknya bukan ditujukan untuk menyelesaikan sebuah masalah besar yang sedang menghadang bangsa ini ke depan dalam waktu dekat ini, misalnya penanganan kasus korupsi yang menyesakkan semua anak bangsa itu. Atau mau bersiap-siap menghadapi tantangan dampak krisis ekonomi global akibat krisis di Eropah dan AS yang diperkirakan akan menjangkit ke seluruh dunia. Atau sebuah kabinet yang dipersiapkan untuk menghadapi kebuntuan dalam pembangunan infra struktur ekonomi nasional.
Kabinet yang dibentuk lebih pada 'kompromi' antara elit Parpol dan dimaksudkan untuk membangun 'bergaining politik baru' menjelang Pemilu 2014 kelak. Makanya, parpol yang loyal dengan Demokrat (baca SBY) dan bisa dijadikan sekutu potensiel di tahun 2014, bakalan dipertahankan jumlah menterinya (bahkan kabarnya akan ditambah). GOLKAR kabarnya yang paling beruntung untuk hal ini; Parpol yang siap menjadi koalisi baru seperti Gerindra, akan diberi 1-2 kursi menteri baru; Sedangkan parpol yang dianggap tak bisa lagi diharap loyalitasnya, atau diprediksi kuat dukungan suara pemilihnya kelak semakin gembos akibat parpol itu semakin mengkeret, kayaknya akan dikurangi jumlah jatah menterinya, dan bahkan dihapuskan sama sekali jatahnya dari kabinet.
PKS sepertinya termasuk parpol yang akan dikurangi jatah menterinya akibat selama ini dinilai tidak loyal, bahkan suka menelikung SBY dan Demokrat di DPR. Dan PKB, kemungkinan dikeluarkan sama sekali semua kadermya dari Kabinet, karena warga NU sudah dianggap terwakili dengan menteri-menteri asal PPP yang jumlahnya tetap dipertahankan jumlahnya. Yang enjoy orang-orang PAN, posisi calon besan SBY, menyebabkan ank buah Hatta Rajasa akan aman-aman saja, kecuali si Patrialis yang susah diselamatkan lagi. Nah lhoooo ... :D