Jakarta Menkopolhukam Djoko Suyanto menjelaskan maksud pihak TNI AD menggelar jumpa pers siang tadi. Poin penting yang harus diketahui publik adalah tidak terjadi saling tembak antara oknum polisi dan TNI AD, melainkan ada penembakan ke arah anggota TNI.
"Jadi kalau diberitakan ada tembak-menembak itu salah. Karena tidak ada tembak-menembak. Pemberitaannya yang salah. Jadi tidak ada tembak-menembak?" tanya Djoko di kompleks istana, Kamis (26/4/2012).
Apakah artinya anggota TNI yang ditembak? "Ya kalau ada yang meninggal apa namanya, ya ditembak," jawab pensiunan TNI AU ini.
Ditegaskan Djoko, bila disebut tembak menembak berarti kedua belah pihak membawa senjata. Yang terjadi adalah, TNI AD tidak membawa senjata.
"Saat itu kan mereka tidak ada yang bersenjata. Itu yang diklarifikasi. Jadi bukan soal membantah keterangan Polrinya. Pemberitaannya seperti itu," sambungnya.
Meski begitu, Djoko memastikan situasi di Gorontalo berangsur kondusif. Anggota Kostrad yang sebelumnya menutup jalan sudah membubarkan diri.
"Dan saya kira tidak akan berlanjut. Mudah-mudahan. Tapi kostrad masih ada di sana," terangnya.
Soal tindakan hukum bagi oknum polisi yang melakukan penembakan, Djoko menegaskan ada 9 orang yang sudah ditahan. Mereka akan diproses sesuai hukum yang berlaku hingga ke pengadilan.
"Sementara ini, yang melakukan tindakan penembakan itu yang sudah ditahan oleh polri," tutur mantan panglima TNI ini.
(mad/mpr)
Sumber: http://us.news.detik..com/read/2012/...r-tni-ditembak
Dari hari ke hari makin kelihatan siapa yg suka berbohong dan suka merekayasa, hanya tinggal menunggu waktu utk dijadikan "bulan bulanan dan musuh bersama" Bangsa Indonesia
"Jadi kalau diberitakan ada tembak-menembak itu salah. Karena tidak ada tembak-menembak. Pemberitaannya yang salah. Jadi tidak ada tembak-menembak?" tanya Djoko di kompleks istana, Kamis (26/4/2012).
Apakah artinya anggota TNI yang ditembak? "Ya kalau ada yang meninggal apa namanya, ya ditembak," jawab pensiunan TNI AU ini.
Ditegaskan Djoko, bila disebut tembak menembak berarti kedua belah pihak membawa senjata. Yang terjadi adalah, TNI AD tidak membawa senjata.
"Saat itu kan mereka tidak ada yang bersenjata. Itu yang diklarifikasi. Jadi bukan soal membantah keterangan Polrinya. Pemberitaannya seperti itu," sambungnya.
Meski begitu, Djoko memastikan situasi di Gorontalo berangsur kondusif. Anggota Kostrad yang sebelumnya menutup jalan sudah membubarkan diri.
"Dan saya kira tidak akan berlanjut. Mudah-mudahan. Tapi kostrad masih ada di sana," terangnya.
Soal tindakan hukum bagi oknum polisi yang melakukan penembakan, Djoko menegaskan ada 9 orang yang sudah ditahan. Mereka akan diproses sesuai hukum yang berlaku hingga ke pengadilan.
"Sementara ini, yang melakukan tindakan penembakan itu yang sudah ditahan oleh polri," tutur mantan panglima TNI ini.
(mad/mpr)
Sumber: http://us.news.detik..com/read/2012/...r-tni-ditembak
Dari hari ke hari makin kelihatan siapa yg suka berbohong dan suka merekayasa, hanya tinggal menunggu waktu utk dijadikan "bulan bulanan dan musuh bersama" Bangsa Indonesia
rudi.priyanto 26 Apr, 2012



0 comments:
Post a Comment