SITUS BERITA TERBARU

Beras Ketan Garut Tembus Pangsa Pasar AS

Thursday, June 28, 2012
Quote:

[imagetag]

www.GarutNews.com ( Kamis, 28/6 ).

Sebanyak 20 ton beras ketan hitam produk Garut, menembus pangsa pasar AS.

Ekspor perdana itu, diberangkatkan dari "Sub Terminal Agribisnis" (STA) Bayongbong, Rabu.Mata dagangan ini, dikemas di dalam karung kecil, masing-masing berisi 25 kilogram berat bersih.

Ketua "Badan Musyawarah" (Bamus) STA Garut, Endang Solihin mengatakan, Garut memiliki areal persawahan sangat potensial ditanami padi ketan hitam.

Tersebar pada empat kecamatan. Cisurupan, Sukaresmi, Bayongbong, dan Kecamatan Pasirwangi, dengan luas area mencapai 3.000 hektar.
Setiap musim panen, dari keempat wilayah itu bisa menghasilkan produksi padi 15 ribu ton, katanya.
"Selama ini, produk ketan hitam Garut berlimpah. Sebab memiliki area persawahan sangat potensial ditanami komoditi itu. Tersebar pada empat. Selain itu, produksinya berlimpah, ketan hitam dihasilkannya juga memiliki aroma lebih harum,"beber Endang.Endang katakan, Garut berani mengekspor beras ketan hitam ke luar negeri setelah kebutuhan tertutupi.
Sebelumnya, membidik pasar lokal DKI Jakarta, serta sejumlah tempat di Kalimantan, dan Sumatera.
Karena itu, menargetkan pengiriman beras ketan hitam ke luar negeri khususnya Amerika Serikat bisa dilakukan setiap bulan."Kami berharap agar ekspor beras ketan hitam ke luar negeri bisa dilakukan setiap bulan. Tak hanya ke AS, melainkan negara lain, dengan target pengiriman 20 ton setiap kali pemberangkatan. Diharapkan produk ketan hitam Garut bisa mememenuhi kebutuhan ekspor. Jika tidak, berupaya menutupi kekurangan dengan mendatangkan beras ketan hitam dari daerah lain Jabar," tambahnya.Juga diharapkan, agar peluang ekspor itu bisa memotivasi petani lebih tertarik menanam beras ketan hitam.
Sebab, terbukanya penjualan ke luar negeri, peluang pasar para petani menjual produknya semakin terbuka lebar.

"Mudah-mudahan, terbukanya peluang ekspor ke luar negeri, kesejahteraan petani semakin meningkat," katanya pula.Dijelaskan, sejak diresmikan 2004 lalu, pengelola STA memiliki kewenangan mengambil hasil pertanian para petani.
Khusus ketan hitam, STA membelinya dengan harga Rp10 ribu/kg.
Oleh STA, beras ketan hitam tersebut, dijual ke eksportir seharga Rp11 ribu/kilogram.
Tetapi Endang tak menyebutkan secara pasti total nilai ekspor tersebut.
*********(Jefry/ John).


SUMBER : www.garutnews.com
SHARE THIS POST:
FB Share Twitter Share

0 comments:

Andi news online

Hanya gosip

Blog Archive