SITUS BERITA TERBARU

Narkoba dan teroris 'bersatu', waspadalah

Friday, June 15, 2012
[imagetag]

JAKARTA - Narkoba dan terorisme, adalah kejahatan yang masuk kategori luar biasa. Namun, ada lagi yang lebih mengerikan, saat keduanya berkolaborasi. Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Gories Mere mengatakan, sindikat narkotika saat ini sudah bergendengan dengan pelaku aksi teror. Ia menyebut kolaborasi keduanya sebagai narko-terorism.

Menurut Gories yang juga Presiden ke-29 International Drug Enforcement Convention, ada dua hal yang mesti diperkuat sebagai langkah pencegahan perkembangan narko-terorism. Pertama kemampuan SDM dan teknologi. Tetapi, kesemuanya bermuara kepada manusia. "Selain human, manusianya, juga teknologinya," kata Gories di Nusa Dua, hari ini.

Ia menjelaskan, ada yang disebut tekno intelijen, ada yang disebut human intelijen. Kendati begitu, katanya, Sumber Daya Manusia (SDM) merupakan hal terpenting yang perlu ditingkatkan.

"Pengetahuan dan kemampuannya. Kemudian teknologi modern ini juga kita gunakan, seperti kemampuan satelit, kemampuan segala macam jenis teknologi, untuk mengungkap jaringan ini. Karena mereka tak hanya di satu tempat. Tapi jaringannya terbentang luas secara global, antar negara," Gories memaparkan.

Karena itu, sambung Gories, kegiatan mereka disebut kejahatan transnasional. Ia menegaskan jika pihaknya telah mengidentifikasi target dari sindikat narko-terorism ini. Tapi demi kepentingan yang lebih luas, Goris tak mau membocorkannya. "Mohon maaf kepada rekan media tidak dapat kita bocorkan," ujarnya.

Untuk aksinya, kelompok narko-terorism menggunakan uang penjualan narkotik ilegal, untuk mendukung kegiatan terorisme di mancanegara. "Ada di Amerika Selatan, Timur Tengah, di Barat dan termasuk sudah ada contohnya di Indonesia, di mana kelompok teroris melakukan aksi pelatihan menggunakan dana dari narkotika. Mereka membeli senjata dari dana narkotika," ungkap Gories.

Untuk itu, Gories mengaku BNN sudah menggalang kerja sama dengan BNPT, Mabes Polri dan Densus 88."Ada bisnis dari penjualan sabu dari Malaysia itu digunakan untuk pembelian senjata, seperti telah diungkap Mabes Polri tahun 2010," ujarnya.

Sementara itu, mengenai operasional target yang menjadi buronan, baik dalam kawasan regional, Gories menyebut Indonesia masuk dalam Asia Timur Jauh bersama 18 negara lainnya. "Mana target operasional yang harus diburu yang menjadi target dunia, itu sudah ditentukan. Tapi itu tadi, kita tak bisa membebernya," kata Gories.
(dat18/viva/media)

Sumber : waspada.co.id

Hukum tanpa pandang bulu hanya diterapkan pada teroris, sedangkan utk bandar narkoba dan #koruptor dilihat dulu bulunya dan backingnya :bingung
SHARE THIS POST:
FB Share Twitter Share

0 comments:

Andi news online

Hanya gosip

Blog Archive