Warga Keturunan Tionghoa Kecewa kepada SBY
Misbahol Munir - Okezone
Sabtu, 21 Januari 2012 15:31 wib JAKARTA- Etnis Tionghoa merasa kecewa dengan kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang selalu absen dalam melindungi rakyatnya. Terutama dalam kasus kekerasan terhadap berbagai etnis.
"Seperti juga etnis yang lain, kekecewaan kita kan terhdap kepemimpinan SBY ada tiga, SBY selalu tidak tegas dan ragu-ragu," ujar Ketua Komunitas Glodok, Hermawi F Taslim, saat diskusi Polemik Sindo Radio yang bertemakan "Imlek dan Kiprah Tionghoa Kini," di Warung Daun, Cikini, Jakarta, Sabtu (21/1/2012).
"Kedua, sering menyampaikan statemen di televisi secara live dan tapi komitmennya tidak dilaksanakan," imbuh Taslim yang pernah menjadi orang dekatnya Presiden Abdurrahman Wahid alias Gus Dur ini.
Lanjut Taslim,
SBY juga seringkali mengutamakan kepentingan partai dibandingkan kepentingan negara. "Contohnya, soal merekrut menteri dia basisnya di Cikeas, tapi soal Nazaruddin dia umumkan di Istana, jadi kadang kita berpikir ini SBY pro rakyat atau partainya," kata Taslim.
Menurut Taslim, tiga hal di atas yang yang sumber kekacauan etnis Tionghoa dalam kepemimpinan SBY. "Tiga hal ini yang menurut saya sangat berpengaruh terhadap elektabilitas beliau sebagai pemimpin negara dan pemimpin partai," jelasnya.
Dia berharap, pemimpin ke depan harus orang yang benar-benar mengutamakan ketentraman dan keamanan rakyat.
"Kita harus belajar dari kepemimpinan yang lalu, sekarang kan orang justru memanfaatkan jabatan kenegaraan untuk mengabdi pada partai, kelompok dan pribadi, ini yang harus dikoreksi," tuturnya.
Sementara kata dia, saat ini belum ada calon pemimpin yang muncul saat ini belum memiliki kreteria yang diimpikan.
"Kita orang Tionghoa kan sudah jadi bagian dari Warga Negera Indonesia jadi kita minta tinggal dilaksanakan saja UUD 45. Ciptakan keamanan dan keterangan, serta ketertiban agar masyarakat bisa berbakti di bidangnya masing-masing," pungkasnya.
(teb) http://news.okezone.com/read/2012/01...ewa-kepada-sby Etnis Tionghoa: Suara Demokrat Akan Merosot Tajam ![[imagetag]](http://static.inilah.com/data/berita/foto/1821545.jpg)
Hermawi Taslim, - IST
Oleh: Santi Andriani
Nasional - Sabtu, 21 Januari 2012 | 15:10 WIB INILAH.COM, Jakarta - Komunitas Glodok menilai dalam Pemilihan Umum (Pemilu) 2014 mendatang, perolehan suara serta dukungan yang diberikan kepada Partai Demokrat, akan berkurang secara drastis.
Menurut anggota Komunitas Glodok, Hermawi Taslim, hal tersebut disebabkan karena saat ini masyarakat merasa tidak puas terhadap pemerintahan yang dipimpin oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Sehingga kekuatan dan kekuasaan kepemimpinan SBY dinilai akan menurun, dan juga berdampak pada pemberian suara ke kendaraan politik SBY yaitu Partai Demokrat.
"Jika melihat kekecewaan rakyat dan absennya negara dalam melindungi rakyatnya dalam peristiwa-peristiwa yang menyangkut keamanan, saya menduga kekuatan SBY di 2014 jauh akan lebih kecil dari sekarang," ujar Taslim usai diskusi Imlek dan Kiprah Tionghoa Kini di Jakarta, Sabtu (21/1/2012).
Taslim memandang
SBY sebagai pemimpin negara yang cenderung tidak tegas dalam bersikap menghadapi permasalah-permasalahan yang belakangan sering terjadi di tanah air apalagi yang menyangkut keamanan dan ketertiban. Ini yang membuat warga negara, termasuk etnis Tionghoa tidak memiliki jaminan keamanan untuk melakukan segala aktifitas di bidangnya masing-masing dan berkontribusi untuk kemajuan bangsa dan negara.
Tidak hanya soal ketidaktegasan SBY, lanjut Taslim, berbagai
perkara korupsi yang melibatkan anggota partai Demokrat juga menjadi indikator menurunnya kepercayaan masyarakat untuk mendukung partai tersebut di pemilu mendatang.
"Suara Demokrat juga akan sangat bergantung pada perkara yang sekarang terjadi. Kasus Nazaruddin, Demokrat pasti turun, kalau kasus ini berkembang, akan sangat berpengaruh," jelasnya.
Taslim mengatakan, Etnis Tionghoa, sama seperti etnis lainnya menginginkan figur pemimpin masa depan yang mampu memberi jaminan keamanan bagi semua warga negaranya tanpa terkecuali. Pemimpin yang memandang semua rakyatnya sama derajat dan haknya untuk berkarya di bidangnya masing-masing.
"Pemimpin yang bisa membedakan mana kepentingan kelompok, pribadi dan negara, pemimpin sekarang justru memanfaatkan jabatan kenegaraannya untuk mengabdi pada partai, kelompok dan pribadi," tegasnya.
Dia mengatakan namun sayangnya, nama-nama yang muncul untuk dicalonkan sebagai presiden mendatang, belum memenuhi kriteria yang diinginkan tersebut. "Kita kan orang Tionghoa sudah jadi bagian warga negara Indonesia, jadi kita minta pemimpinan tinggal laksanakan saja UUD 45 ciptakan keamanan dan ketentraman serta ketertiban," ucapnya.
[bay] http://nasional.inilah.com/read/deta...-merosot-tajam Quote:
Ane juga ingin mengucapkan kepada sdr2 kita yg merayakannya :o |