Selamat Pagi, Siang, Sore dan Malam agan2..
ane barusan browsing2 di mbah gugle, nemu transkip testimoni parlemen jepang tentang peristiwa 911, sangat menarik untuk dibaca..
banyak fakta-fakta menarik sisi lain tentang peristiwa 911 gan..
sumber
http://rosesmerah.com/2012/02/10/tra...peristiwa-911/ Transkrip Testimoni Parlemen Jepang Tentang Peristiwa 9/11 February 10th, 2012 Berikut adalah transkrip testimoni di Parlemen Jepang yang disiarkan langsung secara nasional di NHK. Anggota Parlemen yang membicarakan 911 adalah Yukihisa Fujita dari Partai Demokrat Jepang. Setelah testimoni, Tn. Fujita mengatakan dirinya menerima banyak panggilan telepon dari anggota parlemen lainnya yang berterima kasih kepadanya atas keberaniannya mengemukakan peristiwa 911 di Parlemen. Dia juga menerima satu ancaman pembunuhan.
Sementara itu, saya meminta Foreign Correspondents Club of Japan (FCCJ) untuk mengundangnya dalam sebuah konferensi pers. Setiap upaya untuk mengirim email ke FCCJ terkait hal ini berakhir dengan pembekuan akun hotmail saya dan crash komputer saya. Selain itu, mengagumkan sekali menyaksikan akrobat verbal tak tahu malu para jurnalis korporat Amerika yang mencoba mencegah berlangsungnya konferensi pers ini. Untungnya, jurnalis dari seluruh dunia mendukung konferensi pers dan kami akan mencoba melangsungkannya sesegera mungkin.
Kendali pemerintahan rahasia atas Jepang runtuh berantakan. Beberapa minggu lalu, salah satu jaringan TV komersial terkemuka di Jepang juga menyiarkan program fakta 911 pada jam-jam prime time. Satu jaringan nasional lain dan beberapa jaringan lokal juga telah menyiarkan program semacam itu.
Rakyat Jepang tak ingin lagi mendanai pembunuh masal.
Pimpinan komisi: Kita sekarang akan memulai sesi pertama komisi pertahanan dan urusan luar negeri. Kita akan mulai membahas undang-undang khusus anti-teror. Kita akan memanggil Tn. Yukihisa Fujita.
Fujita, berdiri di depan mikrofon: Ini akan menjadi siaran TV terakhir komisi ini, jadi saya ingin berbicara tentang pangkal perang melawan terorisme, yakni serangan 911. Pada 11 September 2002, saya pergi ke sebuah gedung teater untuk menghadiri konser amal dalam rangka membantu membangun sebuah sekolah di Afghanistan. Mereka memilih mengadakan konser amal pada hari itu sebagai lambang penghormatan terhadap orang-orang yang meninggal. Biasanya, acara peringatan 911 adalah untuk orang-orang tak berdosa yang meninggal di New York, tapi penyelenggara acara ini memutuskan bahwa lebih banyak orang tak berdosa yang meninggal di Afghanistan menyusul peristwa 911 dibanding di New York. Jadi mereka membangun sekolah dasar dekat patung Buddha yang dihancurkan di Bamiyan. Nama sekolah itu adalah "sekolah harapan". Mereka juga menyalakan lilin untuk memperingati orang-orang meninggal di Afghanistan maupun di New York pada tahun 2002, setahun setelah serangan. Jadi, saat membahas undang-undang anti-teror ini kita mesti bertanya kepada diri kita sendiri, apa itu 911, apa itu terorisme? Jadi hari ini saya ingin membicarakan permulaan perang melawan teror.
Saya ingin bertanya kepada orang-orang yang menyebut undang-undang ini sebagai undang-undang anti-teror untuk menyadarkan bahwa korban terbesar perang melawan terorisme adalah Afghanistan, jadi saya percaya bahwa membantu rakyat Afghanistan mesti menjadi prioritas terbesar kita. Saya ingin bertanya kepada Tn. Inuzuka soal ini.
Tadashi Inuzuka, berjalan menuju mikrofon: Sebagaimana Tn. Fujita katakan, tujuan utama undang-undang ini adalah untuk memberikan kedamaian dan keamanan bagi Afghanistan. Dan, sebagaimana dia katakan, penderita terbesar adalah rakyat Afghanistan. Afghanistan memiliki wilayah daratan 1,7 kali lebih besar daripada Jepang dan sekitar 20 juta orang hidup di sana. Selain itu, gara-gara kekeringan di benua Eurasia itu hampir 5 juta orang tewas akibat kekurangan air. Bahkan sekarang 1 juta orang hidup dekat medan pertempuran. Jadi, tujuan utamanya adalah menyediakan stabilitas di zona-zona perang itu, jadi dalam konteks tersebut apa yang mesti Jepang perbuat? Namun, ketimbang memberikan dukungan dengan menyediakan bahan bakar untuk pasukan AS, kami di Partai Demokrat telah memutuskan bahwa memberikan air lebih penting. Filosofi di balik undang-undang anti-teror kita adalah mengajak partai penguasa membantu menangani persoalan ini.
Pimpinan komisi: Silakan Tn. Fujita.
Tn. Fujita: Saya ingin membicarakan pangkal perang melawan terorisme ini. Anda sekalian mungkin ingat bahwa pada bulan November saya bertanya apakah terorisme adalah perang ataukah kejahatan. Dan awal perang melawan terorisme ini adalah 911. Yang ingin saya ketahui adalah apakah peristiwa ini disebabkan oleh Al-Qaeda atau bukan. Sampai sekarang satu-satunya hal yang dikatakan pemerintah adalah bahwa itu disebabkan oleh Al-Qaeda sebab Presiden Bush berkata begitu kepada kita. Kita belum melihat satupun bukti nyata bahwa itu ulah Al-Qaeda. Saya ingin tahu mengapa Perdana Menteri berpikir Talibanlah yang bertanggungjawab atas 911. Pimpinan Komisi, saya ingin bertanya kepada Perdana Menteri sebab dia adalah kepala pejabat kabinet saat itu.
Perdana Menteri Fukuda: Sejak serangan itu kita telah berkomunikasi dengan pemerintah AS dan pemerintah lainnya pada berbagai level dan bertukar informasi. Menurut informasi rahasia yang diperoleh pemerintah kita dan laporan yang dikumpulkan pemerintah asing, serangan 911 dilakukan oleh organisasi teroris internasional yang dikenal sebagai Al-Qaeda.
Tn. Fujita: Jadi, Anda bicara tentang informasi rahasia dan tersingkap. Pertanyaan saya, sudahkah pemerintah Jepang menjalankan penyelidikan sendiri menggunakan kepolisian dan sumber daya lainnya? Itu adalah kejahatan, jadi tentu saja perlu ada penyelidikan. Saat seorang jurnalis Jepang ditembak di Myanmar, Anda menjalankan penyelidikan. Demikian pula atas kematian 20 orang Jepang, pemerintah pasti menjalankan penyelidikan sendiri dan memutuskan bahwa Al-Qaeda bertanggungjawab. Jadi, penyelidikan seperti apa yang Anda jalankan? Pada saat itu Anda adalah Kepala Sekretaris Kabinet jadi pasti Anda tahu lebih baik daripada siapapun, jadi saya ingin menanyakan penyelidikan Anda.
Perdana Menteri Fukuda: Setelah serangan 911, Dinas Kepolisian Nasional mengirim tim darurat anti-teror ke New York. Mereka bertemu pejabat pemerintah AS dan mengumpulkan informasi mengenai orang-orang Jepang yang hilang.
Tn. Fujita: Anda bilang lebih dari 20 orang Jepang tewas akibat sebuah kejahatan dan sebagian besar dari mereka bekerja di New York. Juga di sana ada beberapa orang Jepang yang tewas dalam keempat pesawat yang dibajak. Saya ingin tahu persisnya berapa banyak orang yang tewas di gedung-gedung itu dan berapa banyak yang tewas dalam pesawat. Saya juga ingin tahu bagaimana Anda mengkonfirmasikan ini. Saya ingin Menteri Luar Negeri menjawab saya.
Menteri Luar Negeri Masahiko Komura, berdiri di depan mikrofon: Kami menemukan lebih dari selusin jasad orang Jepang menyusul serangan teroris serentak yang dilakukan pada 11 September 2001. Kami juga diberitahu tentang kematian 11 orang lagi oleh pihak berwenang AS. Total 24 orang Jepang tewas dalam serangan itu. Dua di antaranya dalam pesawat.
Tn. Fujita: Saya ingin tanya berapa nomor penerbangan kedua orang Jepang yang tewas dalam pesawat itu dan bagaimana Anda menetapkan identitas mereka. Jika menteri luar negeri tak tahu, tak apa-apa birokrat menjawabnya.
Kepala Divisi Kementerian Luar Negeri Ryoji Tanizaki: Karena ini adalah soal fakta, saya akan menjawab. Sebagaimana Menteri Luar Negeri katakan, dari 24 orang yang tewas, dua di antaranya dalam pesawat. Salah satu dari mereka berada dalam penerbangan 93 United dan satunya lagi dalam penerbangan 11 American Airlines. Adapun cara kami mengetahui ini, wellsaya tak punya informasi di depan saya tapi kami diberitahu oleh pihak berwenang AS dan, pada umumnya, mereka menggunakan uji DNA. Jadi kami yakin itulah cara kami mengetahui kedua orang ini.
Tn. Fujita: Anda bilang tidak tahu sebab tak punya dokumen. Juga, Anda bilang yakin ada uji DNA padahal tidak tahu. Jadi yang ingin saya katakan hari ini adalah, ini merupakan kejahatan dan kejahatan tentu harus diselidiki. Jadi pemerintah perlu memberitahu keluarga korban tentang hasil penyelidikannya. Selain itu, bukan sekadar mengamati peringatan 911 setiap tahun, Anda harus mengumpulkan informasi dan meresponnya. Jadi, selama enam tahun ini sudahkah Anda menyampaikan informasi kepada keluarga almarhum? Saya ingin Menteri Luar Negeri menjawab.
Menteri Luar Negeri Masahiko Komura: Jadi Anda tak ingin bertanya lagi tentang cara kami mengkonfirmasikan kematian orang Jepang itu tapi ingin tahu tentang laporan kepada keluarga korban? Kami memberi informasi kepada keluarga korban tentang jasad dan dana kompensasi. Juga, untuk 13 orang Jepang yang jasadnya kami temukan, kami membantu keluarga menangani jasad mereka. Kami juga secara finansial mendukung kunjungan keluarga korban ke lokasi World Trade Center dalam setiap peringatan.
Bersambung di Page 2