Puluhan Atlet PON Diusir dari Hotel Metrotvnews.com, Pekanbaru: Sebanyak 78 atlet Provinsi Sulawesi Utara yang mengikuti persiapan Pekan Olah Raga Nasional (PON) diusir pihak hotel tempat mereka menginap. Pasalnya pemerintah daerah belum melunasi biaya penginapan atlet selama empat bulan.
Sebanyak 78 atlet dan pelatih yang mengikuti latihan untuk persiapan PON ke-18 di Riau pada 9 September mendatang, terpaksa harus meninggalkan tempat mereka menginap di Hotel Yuta Manado. Mereka keluar setelah diusir pihak hotel, karena pemerintah daerah belum melunasi hutang pembayaran kamar selama 4 bulan, sejak bulan April lalu. Nominal yang belum dibayarkan mencapai Rp100 juta.
Para atlet ini mengaku hal seperti ini sudah terjadi tiga kali dan dapat mengganggu mental mereka. Apalagi pengusiran ini terjadi di tengah masa latihan dan PON tinggal beberapa minggu lagi. Uang saku para atlet pun belum dibayar selama tiga bulan.
Sementara Kepala Dinas Pemuda dan Olah Raga Sulut, Steven Liow, mengaku pihaknya telah membayar setengahnya sebesar Rp50 juta. Sedangkan sisa uang sebesar Rp50 juta akan dibayar pada Jumat (27/7) malam. Namun pihak hotel terlebih dahulu mengeluarkan para atlet dan pelatih.
Keterlambatan ini dikarenakan anggaran PON belum ditandatangani oleh DPRD Sulut.(DNI)
sumber =========================================
Berita jadul:
17 Venue PON XVIII Belum Seratus Persen TRIBUNNEWS.COM PEKANBARU - Ketua Tim Panja PON Komisi X DPR RI, Utut Adianto, mengaku masih yakin pelaksanaan PON XVIII di Riau, akan tetap berlangsung sesuai jadwal, September nanti.
"Kalau kami, dari pertemuan tadi, yakin masih. Tinggal dukungannya aja," ujar Utut, Kamis (5/7/2012) di Pekanbaru, usai menggelar pertemuan tertutup dengan Gubernur Riau di kantor gubernur.
"Memang tadi kami mendapat laporan, masih ada 17 venues yang masih belum seratus persen. Kondisinya ada yang 80 persen, ada yang 90 persen. Tapi kan yang ingin kami tekankan kepada teman-teman di sini, dulu kita ada pengalaman yang sangat repot juga di Sea Games. Jangan selalu ini berulang, itu saja. Tapi kalau dalam kondisi saat ini, ini kan kepentingan nasional, itu yang kami pikirkan, kepentingan besarnya," ungkap Utut.
sumber ===========================
Agung Laksono Mengaku Siap Diperiksa KPK TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA--Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat (Menkorkesra), Agung Laksono akhirnya mendatangi kantor KPK. Politisi Partai Golkar ini mengaku siap menjalani pemeriksaan.
Padahal, sebelumnnya, Agung yang juga Wakil Ketua Umum Partai Golkar ini tak memenuhi undangan pemeriksaan sebagai saksi dalam kasus suap revisi Perda 6/2010 PON XVIII Riau.
"Saya siap beri keterangan," kata Agung sembari memasuki lobi KPK didampingi ajudannya dan sejumlah staf sekitar pukul 08.50 WIB, Jumat (6/7/2012).
Namun, saat disinggung apakah dirinya mengetahui soal adanya aliran dana Rp 9 miliar ke DPR RI untuk memuluskan pencairan APBN untuk PON XVIII Riau, Agung mengaku tidak mengetahuinya. "Oh nggak tahu," tegasnya.
Sebelumnya Manager Operasional proyek pembangunan Main Stadium PON, Diki Aldianto dari PT Adhi Karya yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK mengatakan bahwa perusahaan plat merah itu telah mencairkan dana Rp 9 miliar lebih ke DPR RI untuk mempercepat cairnya dana APBN untuk PON.
''Total uang yang diserahkan ke DPR RI sudah Rp 9 miliar, itu kemungkinan agar APBN PON cair,'' kata Diki saat bersaksi dalam sidang lanjutan dugaan suap PON di Pengadilan Tipikor Pekanbaru Riau, Kamis (5/7/2012).
Berbekal keterangan Diki itu, diduga KPK menelusurinya, memeriksa dua anggota DPR RI dari fraksi Golkar, yakni Setya Novanto yang juga bendara umum partai berlambang beringin itu. Serta Kahar Muzakir. Bahkan supir, ajudan dan staf ahli Kahar Muzakir juga telah diperiksa KPK sebagai saksi.
Peran Menko Kesra untuk mencairkan dana APBN untuk PON sebesar Rp 100 miliar diduga kuat. Apalagi Menko Kesra juga membawahi Kementrian Pemuda dan Olahraga (Menpora) yang menganggarkan dana APBN untuk perhelatan olahraga paling bergengsi di negeri ini.
Sementara itu pada aksi tangkap tangan suap PON tanggal 3 April lalu di rumah anggota DPRD Riau M Faisal Aswan (Fraksi Golkar), Agung Laksono memimpin rapat koordinasi yang dihadiri Gubernur Riau Rusli Zainal, Menpora Andi Mallarangeng dan sejumlah kementrian terkait. Saat itu lah diumumkan oleh Menpora mengenai bantuan APBN Rp 100 miliar untuk pelaksanaan PON Riau.
sumber ==========================
dari venue yg belum beres sampe utang ke hotel...
buat meloloskan anggaran aja pake suap-suapan...mesra banget anggota DPR kita :malus:
jatah buat sewa hotel atlet diembat dewan deh
inilah potret pesta olahraga di negeri ini...ada komentar?