SITUS BERITA TERBARU

Alasan FR Sering Tawuran, Ingin Jadi Hero di SMA 70

Saturday, October 6, 2012
Quote:

[imagetag]

VIVAnews - Psikolog Polda Metro Jaya telah memeriksa kejiwaan FR, tersangka kasus pembunuhan siswa SMA 6, Alawy Yusianto Putra.

Dalam pemeriksaan tes kejiwaan yang dilakukan di Mapolres Jakarta Selatan, FR menceritakan bagaimana hubungan dirinya dengan lingkungan sekolah, keluarga, dan sosial di masyarakat.

"Antara SMA 6 dan SMA 70 ini kan tawuran sudah turun-temurun, ada sebuah rangsangan dari peristiwa-peristiwa sebelumnya. Larutnya identitas pribadi pada identitas kolektif, sehingga dia terbawa dalam suatu solidaritas yang terbangun sejak lama," ujar Kepala Bagian Psikologi Polda Metro Jaya, AKBP Arif Nurcahyo, di Mapolda Metro Jaya, Jumat, 5 Oktober 2012.

Solidaritas yang tertanam itu, Arif melanjutkan, pada akhirnya menimbulkan rasa keinginan untuk mendapatkan suatu identitas sebagai seorang yang membela kelompok.

"Ketika dia merasa mempunyai sebuah kelompok, dia punya kesamaan rasa, sejenis. Di dalam kelompok butuh seorang hero, dan dia ingin tampil sebagai seorang hero di sana," ujarnya.

"Pemaknaan hero ini yang menjadikan dia membela kelompoknya dan ingin tampil yang terdepan. Di kelompoknya, dia ingin buktikan, dia harus menjadi orang nomor satu," Arif melanjutkan.

FR sebelumnya juga pernah tidak naik kelas selama dua kali masa ajaran di SMA 70. "Ia tidak naik kelas, buka karena bodoh, tapi karena sering terlibat tawuran. Jadi, ada semacam beban sosial," kata Arif.

Walau demikian, Arif tetap menilai secara intelegensia, FR tergolong remaja cerdas dan memiliki intelektual yang bagus. "Dia memiliki IQ yang cukup bagus, nilai ujiannya bagus. Bahkan, ketika SMP nilainya rata-rata 9," ujarnya.



sumber


ckckckckck...buset bnr ni bocah...:cd

"Kantong Kresek" Tak Layak untuk Kemas Makanan

[imagetag]

Badan Pengewas Obat dan Makanan (BPOM) menyatakan kantong plastik kresek, terutama yang berwarna hitam tidak layak untuk digunakan mengemas makanan siap santap, namun seringkali pedagang kaki lima menggunakannya untuk membungkus makanan seperti bakso, mie atau gorengan.

"Kantong kresek terutama yang hitam adalah plastik daur ulang. Ini berbahaya karena riwayat penggunaan sebelumnya tidak diketahui dan dalam proses pembuatannya sering ditambahkan bahan tambahan seperti antioksidan atau pewarna," papar Direktur Pengawasan Produk dan Bahan Berbahaya Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Mustofa dalam media briefing di Jakarta, Rabu (3/10/2012).

Karena merupakan produk daur ulang, riwayat penggunaan sebelumnya yang dapat berupa apa saja, termasuk sebagai bekas wadah pestisida, limbah rumah sakit, kotoran hewan/manusia maupun limbah logam berat.

Penambahan bahan lain seperti pewarna menambahkan risiko berbahaya penggunaan kantong kresek yang juga memiliki bahaya mengandung bahan karsinogenik atau pemicu kanker yang terlepas jika dipanaskan.

Untuk menghindari risiko, Mustofa menyarankan untuk tidak menggunakan kantong kresek untuk membungkus makanan, atau tidak menggunakan kresek untuk kontak langsung dengan makanan. Selain plastik kresek, Mustofa juga menyoroti penggunaan kertas bekas sebagai bungkus makanan seperti gorengan.

"Tidak semua kertas layak sebagai kemasan pangan, terutama kertas koran dan majalah, yang malah sering digunakan," katanya.

Tinta yang digunakan untuk mencetak koran dan majalah dapat mengandung Pb atau logam timbal yang berbahaya karena dapat berpindah ke pangan dan masuk ke dalam tubuh manusia, selain itu bahaya juga ditimbulkan oleh pewarna koran/majalah yang disebut ITx.

Berdasarkan SK Kepala Badan POM tentang Bahan Kemasan Pangan No. HK.00.05.55..6497, plastik pembungkus bahan pangan dibedakan menjadi tujuh jenis dan penggunaannya harus disesuaikan dengan bahan pangan yang akan dikemas. Ada tujuh jenis plastik yang diizinkan sebagai kemasan bahan pangan yaitu polyethylene terephthalate (PET), high density polyethylene (HDPE), polyvinyl chloride (PVC), low density polyethylene (LDPE), poli propilen, polistiren dan plastik lainnya.

BPOM dikatakan Mustofa melakukan pengawasan bagi penggunaan bahan plastik yang tidak sesuai peruntukannya melalui 31 Balai POM di berbagai provinsi. "Saat ini kita berupaya mencocokkan apakah standar yang telah ditetapkan cocok dengan kondisi di lapangan. Sejauh ini tidak ada produk plastik yang melampaui ambang batas yang ditetapkan," ujar Mustofa.


SUMBER

wah...lebih baik back to nature aja...pake daun pisang sebagai pembungkus makanan....:D

Perjalanan Dinas Rugikan Negara Puluhan Miliar

[imagetag]

Jakarta – Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK) menyatakan terdapat 259 kasus penyimpangan penyimpangan perjalanan dinas di pemerintah pusat dan daerah pada 2012. Hal tersebut ditemukan BPK dari hasil pemeriksaan semester I tahun 2012 dan mengakibatkan kerugian negara.

"Ada 259 kasus dengan kerugian negara senilai Rp 77 miliar," kata ketua BPK, Hadi Purnomo, di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, 2 Oktober 2012.


Dari total kerugian negara tersebut, sebanyak 86 kasus sebesar Rp 40,13 miliar merupakan perjalanan dinas fiktif. Sedangkan 173 kasus senilai Rp 36,87 miliar merupakan perjalanan dinas ganda atau melebihi standar yang ditetapkan.

Penyimpangan perjalanan dinas yang selalu berulang antara lain disebabkan pegawai yang melaksanakan perjalanan dinas tidak mematuhi ketentuan pertanggungjawaban perjalanan dinas. Selain itu, pejabat terkait tidak melakukan verifikasi bukti pertanggungjawaban secara memadai.

"Pengendalian oleh atasan langsung lemah dan terdapat biro perjalanan yang menyediakan tiket palsu, boarding pass palsu, dan bill (kuitansi) hotel palsu," katanya.

Wakil Ketua Hasan Bisri menambahkan selama ini ada kecenderungan rekomendasi dari BPK hanya dikembalikan, tidak ada efek jera dari kementerian dan lembaga. Kali ini Hasan mempersilakan jika aparat hukum memproses penyelewengan perjalanan dinas tersebut. "Di sini itu memang pemberani-pemberani untuk melakukan hal itu. Padahal, pasti ketahuan."
Menurut Hasan, salah satu kelemahan yang memicu kerap terjadinya penyimpangan perjalanan dinas adalah belum dimunculkannya biaya perjalanan dinas dalam sistem akuntansi sebagai satu mata anggaran tersendiri. "Tapi masuk menyelinap di belanja barang. Ini yang menyebabkan kontrol lemah," katanya.

Dalam sistem akuntansi yang diterapkan sebelumnya, belanja pegawai mempunyai mata anggaran sendiri dan terpisah dari belanja barang. Ke depan, Hasan meminta agar pemerintah kembali menggunakan sistem akuntansi lama agar memudahkan pemantauan. "Munculkan kembali biaya anggaran dinas agar lebih gampang dipantau dan gampang dinilai kinerjanya," katanya.

S U M B E R

Di Mana Dirimu Bapak Presiden?

ini sebuah surat terbuka dari kiai Maman Imanulhaq ke Bapak SBY semoga tidak didelete

Quote:

Yth Presiden SBY:

SELAMAT sore, Pak SBY. Tadi malam rakyat menunggumu di KPK. Kami menyangka sebagai presiden, bapak enggak pernah tidur, akan tetapi sampai sore ini, jangankan raga, suaramu pun tidak kami dengar.

Di mana kah sebenarnya dirimu, Pak? Rakyat hanya mendengar pernyataan-pernyataan para pembantumu, Pak.

Berbusa-busa, tapi basi, kami sudah lelah, sedangkan hari kembali menjelang senja. Kembali terperangkap gulita seperti banyak masalah di negeri ini.

Semua gelap dan tidak jelas. Kami hanya melongok keluar, ke manakah sebenarnya dirimu, Pak?

Sayup-sayup kami, aku dengar kau 'kan berkhutbah tentang pentingnya koordinasi dan sinkronisasi. Dan ujung-ujunnya kau bilang, "saya prihatin."

Masih kah kau tahu bahwa dirimu masih presiden, yang harus turun tangan membela kebenaran. Berdiri di garda depan pemberantasan korupsi. Bukan hanya menulis lagu yang hanya bikin kami ragu. Kami hanya bertanya, siapakah sebenarnya dirim, Pak?

Kiai Maman Immanulhaq
Aktivis Koalisi Masyarakat Anti Korupsi yang juga pimpinan Paguyuban Akar Djati Cirebon (*)

sumber : http://www.tribunnews.com/2012/10/06...bapak-presiden
Ibarat anak kecil negara indonesia telah yatim

[Berita Kuliner] Presiden SBY Gemar Makan Soto dan Kupat Tahu Pacitan

Presiden Gemar Makan Soto dan Kupat Tahu Pacitan
Sabtu, 06 Oktober 2012 | 15:01

[imagetag]

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (sumber: Antara)
Selalu merindukan makanan dari kampung halamannya, Pacitan

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyatakan dirinya sangat menggemari makanan khas daerah Pacitan yakni soto dan kupat tahu.

"Saya menggemari soto dan kupat tahu khas Pacitan," kata Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam acara halalbihalal dan silaturahim akbar warga Pacitan-Ngawi-Magetan-Madiun-Ponorogo (Pawitandirogo) di Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta, hari ini.

Presiden yang didampingi Ibu Ani Yudhoyono mengatakan dirinya selalu merindukan makanan khas yang berasal dari kampung halamannya tersebut.

Sementara itu, dalam acara yang banyak dihadiri warga yang Pacitan serta wilayah lain di Jawa Timur tersebut, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono berpesan untuk selalu menjaga nama baik daerah dan bangsa.

"Jangan melakukan sesuatu yang bisa mencemarkan nama daerah dan juga nama baik bangsa," kata presiden.

Sementara itu, Ketua Paguyuban Warga Pacitan (PWP) Sudibyo Alimoeso mengatakan acara tersebut dimeriahkan dengan berbagai kesenian daerah dan pameran produk-produk unggulan serta beberapa makanan khas.

Sudibyo yang juga Deputi Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menambahkan, dalam acara tersebut Koperasi PWP bekerja sama dengan Jawa Pos membuat contoh kios pintar yang terinspirasi dari inovasi Ibu Ani Yudhoyono, yakni Indonesia Pintar.

"Kios pintar ini akan kami dirikan di beberapa tempat di daerah pinggiran Kabupaten Pacitan. Kami harapkan kios pintar tersebut akan meningkatkan perekonomian sebagian besar masyarakat Pacitan dan sekitarnya," ucapnya.


http://www.beritasatu.com/food-trave...u-pacitan.html


Kalo Agan2 sekalian gemarnya makan apa... ? ... :ngacir:

agan agan ada yg tau gak, SBY itu presiden atau apa???...

TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono telah mendapatkan laporan ihwal ketegangan di kantor Komisi Pemberantasan Korupsi akibat kedatangan sejumlah anggota kepolisian, Jumat malam kemarin. "Apa yang terjadi semalam juga dipantau Presiden," kata juru bicara kepresidenan, Julian Aldrin Pasha, saat dihubungi, Sabtu, 6 Oktober 2012.

Atas laporan tersebut, menurut Julian, Presiden SBY telah memerintahkan Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Djoko Suyanto agar menyelesaikan dengan baik apa yang tengah terjadi. "Menko Polhukam diperintahkannya agar menangani situasi tersebut secepatnya," ujar dia.

Sejumlah anggota Polri dari Kepolisian Daerah Bengkulu, Kepolisian Daerah Metro Jaya, dan Markas Besar Polri mendatangi kantor KPK Jumat malam. Mereka, yang sebagian tidak menggunakan seragam, ditengarai ingin menjemput paksa seorang penyidik senior di KPK bernama Novel Baswedan. Novel dianggap terlibat dalam aksi pembunuhan pada 2004 lalu.

Usaha ini digagalkan Ketua KPK Abraham Samad bersama Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto. Bahkan, kalangan penggiat anti korupsi serta aktivis mahasiswa ikut membentengi gedung KPK dari penggerebekan polisi.

Novel dituduh bertanggung jawab atas penganiayaan enam pencuri walet sehingga menyebabkan meninggal pada 2004. Kala itu, Novel menjabat Kepala Satuan Reserse Kriminal pada polres di Polda Bengkulu. Kepolisian Daerah Bengkulu mencoba menangkap Novel di KPK semalam. Direktur Reserse dan Kriminal Umum Polda Bengkulu, Komisaris Besar Dedy Irianto, menuding Novel menembak tersangka yang terlibat kasus pencurian. Dedy juga membantah penangkapan Novel sebagai bentuk kriminalisasi KPK.

Sedangkan pimpinan KPK menduga tuduhan tersebut sebagai bentuk kriminalisasi terhadap penyidiknya. Sebab, Novel adalah penyidik berbagai kasus besar korupsi, seperti kasus korupsi simulator kemudi. Kemarin, Novel juga yang memeriksa tersangka simulator kemudi, Inspektur Jenderal Djoko Susilo.

Sumber: http://www.tempo.co/read/news/2012/1...-di-Gedung-KPK

cuma perintahkan Menko Polhukam?????????? gak salah denger nih?????????
agan agan ada yg tau gak, SBY itu presiden atau apa???...

Keluarga Korban Tak Mau Dituding Laporkan Novel

Klarifikasi dari keluarga korban gan . .

BENGKULU, KOMPAS.com - Keluarga Mulyan Johani, salah seorang korban tewas yang diduga akibat penganiayaan oleh Komisaris Novel Baswedan pada 2004, membantah telah melaporkan pengusutan kasus itu ke Polda Bengkulu.

"Kami tidak pernah melaporkan kasus itu ke Polda Bengkulu karena sejak 2004 kami sudah menunggu janji polisi untuk mengusut kasus kematian adik kami, tapi sampai hari ini tidak jelas," kata Antoni Besmar, kakak kandung Mulyan Johani, Sabtu (6/10/2012), saat dikonfirmasi tentang kasus yang menimpa adiknya delapan tahun silam.

Menurut Antoni, pihak keluarga sangat setuju jika kasus itu diusut tuntas sehingga jelas kronologis pembunuhan adik keduanya itu. Namun, setelah delapan tahun menunggu, baru kini kasus tersebut muncul kembali dan ia mengaku sama sekali tidak pernah mendesak Polda Bengkulu untuk mengusut kasus tersebut.

"Kalau mau diusut kami sangat mendukung, tapi jangan sampai keluarga kami dijadikan kambing hitam karena saat ini Novel sudah menjadi penyidik di KPK, yang juga mengusut korupsi di Polri," ujarnya.

Antoni menilai ada sejumlah kejanggalan dalam kasus kematian adiknya pada 2004 itu saat Novel menjabat sebagai Kasat Reskrim Polres Bengkulu. Jenazah korban, yang merupakan atlet binaraga itu, tidak diizinkan dibuka oleh keluarga. Pemakaman korban mendapat penjagaan ketat dari kepolisian.

"Jadi keluarga sangat kabur dengan penyebab kematiannya. Sebenarnya kami sudah ikhlas, tapi kalau diusut demi keadilan, kami dukung. Jangan ditunggangi dengan maksud lain karena saudara Novel sudah menjadi penyidik KPK," ujarnya.

Mulyan Johani merupakan salah satu dari enam korban yang diduga dianiaya oleh anggota polisi, termasuk Novel yang saat ini menjadi penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan menangani kasus simulator ujian SIM di Korps Lalu Lintas Polri.

Kabid Humas Polda Bengkulu Ajun Komisaris Hery Wiyanto didampingi Wakil Direskrimum Polda Bengkulu Ajun Komisaris Besar Thein Tabero dalam keterangan pers di Polda Bengkulu, Sabtu, mengatakan bahwa dua korban atas nama Erwansyah Siregar dan Dedi Mulyadi menjadi pelapor tindakan pidana umum tersebut pada 1 Oktober 2012.

"Dua orang korban ini melapor melalui kuasa hukumnya tentang dugaan penganiayaan oleh Kompol N dan kami sudah menggelar pra-rekonstruksi," kata Thein Tabero.

Ia mengatakan, laporan dua dari enam korban penganiayaan pada 2004 itu adalah mereka yang masih hidup dan bukti proyektil peluru sudah diambil dari kaki korban melalui operasi di betis kiri.

Pada Jumt (5/10/2012) malam, Direskrimum Polda Bengkulu Komisaris Besar Dedy Irianto berniat menangkap Novel dengan mendatangi Gedung KPK di Jakarta. Tindakan ini dihalangi oleh KPK karena dianggap sebagai upaya pelemahan dan kriminalisasi KPK yang tengah menangani dugaan korupsi yang melibatkan petinggi Polri.



Sumber :Antara
Editor :Laksono Hari W

sb. http://regional.kompas.com/read/2012...campaign=Kknwp
gimana tanggapan agan . .

Berita Bagus Efek Dari Kasus "Oknum Pasukan Liar Pengepung Gedung KPK"

Kasus Novel, Kabareskrim: Sidang Kode Etik Tak Hilangkan Pidana


Jakarta Kompol Novel Baswedan diduga melakukan penganiayaan terhadap enam pencuri sarang burung walet 2004 lalu. Novel dalam sidang kode etik dan profesi dinyatakan bersalah. Menurut Kabareskrim Mabes Polri Komjen Pol Sutarman, sidang disiplin tidak menggugurkan pidana seorang anggota Polri.

Hal ini diutarakan Sutarman dalam jumpa pers di Mabes Polri, Jakarta, Sabtu (6/10/2012). Dalam kesempatan itu hadir pula Direktur Kriminal Umum dari Polda Bengkulu, Kombes Pol Dedy Irianto selaku penyidik dalam kasus Novel tersebut.

"Peristiwanya (pidana) ada, tetapi siapa yang melakukannya ini sedang disidik kalau dinyatakan kemarin bahwa sidang disiplin sudah dilakukan tetapi sidang disiplin ini tidak menggugurkan pidana yang dilakukan oleh seorang anggota Polri," jelas Sutarman.

Menurut Sutarman, masyarakat bisa mengontrol dan mengoreksi penyidik Polda Bengkulu. Untuk itu ia siap bertanggungjawab apabila dugaan penganiayaan yang dituduhkan kepada Novel tidak benar.

"Masyarakat juga mengontrol dan mengoreksi penyidikan yang dilakukan oleh penyidik Polda Bengkulu. Kalau salah saya juga ikut bertanggungjawab karena fungsi penyidikan ini ada di Bareskrim," ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama Kombes Pol Dedy Irianto menyebut bahwa dugaan penganiyaan yang dilakukan oleh Novel tergolong berat. Oleh karena itu, Novel dikenakan pasal 351 ayat 2 dan 3 KUHP tentang penganiayaan yang menimbulkan luka berat dan sampai meninggal dunia.

"Murni ini adalah tindak pidana penganiyaan yang menimbulkan luka berat dan sampai meninggal dunia," jelas Dedy.

"Diduga saudara Novel telah melakukan tindak pidana pasal 351 ayat 2 dan 3," sambungnya.

Dedi menerangkan ada 6 tersangka pencuri sarang burung walet dan digiring ke pantai oleh tim yang dipimpin Novel pada 2004 lalu. saat itu, Novel menjadi Kasat Reskrim di Polres di wilayah Polda Bengkulu.

"Kasusnya adalah fakta Februari 2004, yang bersangkutan menjabat Kasat Serse menangkap 6 pencuri walet, dibawa ke kantor, sudah diinterograsi oleh yang bersangkutan dan dibawa ke pinggir pantai. Dua orang dibuatkan satu borgol. Kemudian ditembak dan satu orang meninggal di rumah sakit," terang Dedy.

Namun hal tersebut kemudian dibantah oleh Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto dalam jumpa pers Sabtu (6/10/2012) dini hari. Bambang menegaskan, bahwa Novel tidak pernah melakukan perbuatan yang dituduhkan Polda Bengkulu, yakni menembak warga pada 2004.

"Untuk diketahui, saudara Novel yang dituduh melakukan penganiayaan, sesungguhnya tidak pernah ada di tempat kejadian sehingga dia tidak pernah melakukan," jelas Bambang.

sumber



Polisi bisa dipidanakan, biasanya anggota reskrim yg paling sering menyiksa tahanan walaupun belum tentu bersalah, menganiaya hingga babak belur, cacat, bahkan meninggal bisa dituntut pembunuhan berencana.

mari laporkan penganiayaan oleh polisi ke ranah pidana..... walaupun memakan waktu hingga 8 tahun, ternyata masih bisa diproses....

Penyidik Kasus Djoko Susilo Ditangkap

[imagetag]

TEMPO.CO, Jakarta - Mabes Polri hendak menangkap seorang penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi malam ini. Penyidik bernama Novel Baswedan itu adalah salah seorang penyidik kasus simulator kemudi. Seorang sumber mengatakan, Novel juga merupakan penyidik yang memeriksa tersangka Inspektur Jenderal Djoko Susilo tadi siang.

Dari pantauan Tempo, polisi yang sekarang berada di lobi KPK adalah anggota Provos dari Mabes Polri. Mereka membawa surat penangkapan atas nama Novel dengan tuduhan pernah melakukan pelanggaran saat berdinas di Polres Bengkulu.

Keadaan di KPK dilaporkan sedang gawat. Dari pantauan Tempo, terdapat puluhan personel kepolisian yang menyebar di depan kantor KPK. Ada yang berseragam Provos, ada juga yang berpakaian preman. Selain itu, tiga orang perwira kepolisian berpangkat komisaris besar dikabarkan sedang menunggu di dalam ruangan steril KPK.

Namun tak satu pun di antara mereka yang bersedia berkomentar. Mereka hanya menyebar di beberapa titik di depan kantor KPK.

Menurut sumber lain, Novel adalah salah satu di antara 28 penyidik yang memutuskan bertahan di KPK. Mabes Polri belum bisa dimintai konfirmasi soal ini.



================================================== ======

Bnr2 banyak ujian KPK sekarang.
Cicak Vs Buaya jilid 2

Polisi Sebut Bambang Widjojanto 'Si Kampretos'

Juru kamera televisi swasta berhasil mengabadikan BlackBerry Messenger (BBM) antara petinggi Polda Bengkulu dengan Fadhil yang diduga dari Mabes Polri.

Dalam BBM itu, Fadhil menyebut Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto sebagai "kampretos".

Fadhil memerintahkan Kepala Mapolda Bengkulu untuk segera menahan anggota Polri yang dipekerjakan sebagai penyidik di KPK yang bernama Komisaris Polisi Novel Baswedan

Berikut cuplikan BBM antara Kepala Mapolda Bengkulu dengan orang bernama Fadhil:

Petinggi Mapolda Bengkulu: Ini si Kampretos BW (Bambang Widjojanto) mau turun.

Fadhil: Udah jangan nunggu si kampretos. Segera amankan N (Novel).

Penangkapan terhadap Komisaris Polisis Novel Baswedan dikuatkan Kabareskrim Mabes Polri Komjen Pol Sutarman. "Katakannlah dia tidak memenuhi panggilan maka ada upaya paksa," ungkap Sutarman dalam jumpa pers di Gedung Divisi Humas Mabes Polri, Jakarta, Sabtu (6/10).

SUMBER

Yang kampret sapa gan

All Tentang Kampretos a.k.a Kriminalisasi Penyidik KPK

Kasus Novel, Keluarga Korban Penembakan Tidak Mendesak Polisi

BENGKULU, KOMPAS.com - Keluarga Mulyan Johani, korban penembakan oleh Kompol Novel di Kota Bengkulu delapan tahun silam, mengaku tidak mendesak kepolisian untuk kembali membuka kasus penembakan saat ini.

Hal tersebut disampaikan kakak sulung korban penembakan Antony Besmar (41), Sabtu (6/10/2012). Antony menyatakan, sepengetahuannya dalam beberapa waktu terakhir ini keluarga tidak ada yang mendesak kepolisian untuk mengungkit kasus penembakan adiknya Mulyan Johani atau Aan delapan tahun silam.

"Buat apa repot-repot. Keluarga sudah ikhlas. Kalau saya tidak (mendesak polisi menuntaskan kematian adiknya). Siapa tahu Panca (adik bungsu) atau sanak keluarga yang lain," ujar Antony.

Menurut Antony, tahun 2004 Aan yang merupakan anak ketiga dari lima bersaudara memang ditangkap polisi atas tuduhan mencuri sarang burung walet. Belakangan diketahui Aan meninggal dunia. Antony menilai, kematian adiknya janggal.

sumber


Ternyata informasi Kampretos Kombes Dedi Irianto dari Polda Bengkulu adalah Kebohongan Publik

Copot Kapolda Bengkulu

( gak sabar lagi ane gan)SINTA NURIYAH: PERNIKAHAN GAY TDK BISA DIELAKAN

Jakarta, OurVoice – Pernikahan sejenis bagi
lesbian, gay, biseks, dan tranjender/transeksual
(lgbt) tidak bisa dielakan. Pendapat itu disampaikan
Shinta Nuriyah, aktivis perempuan, saat Rapat
Dengar Pendapat Umum di ruang sidang Komisi
VIII DPR RI, Kamis (21/06). Mereka membahas
Rancangan Undang-Undang Kesetaraan dan
Keadilan Gender (RUU KKG).
"Kita harus melihat, kenyataannya lgbt ada di
tengah masyarakat. Keberadaan mereka
berkembang secara alami di masyarakat," jelas istri
mantan Presiden Abdurahman Wahid itu.
Hal senada diungkapkan Jimly Asshiddiqie, mantan
Ketua Makamah Konstitusi. Menurutnya, terlepas
setuju atau tidak setuju, keberadaan komunitas
lgbt yang jumlahnya puluhan juta itu tidak bisa
dielakkan.
"Kehadiran isu lgbt dalam rapat ini atas dasar
masalah kemanusiaan yang harus diapresiasi
negara. Negara harus membuat blue print yang
bisa memperjelas peran kelompok lgbt di
masyarakat," kata alumni Youth Islamic Study Club
(YISC) Al Azhar itu.
Pendapat berbeda diutarakan Dewi Motik
Pramono. Menurut Dewi Motik, RUU KKG itu
ditujukan bagi manusia yang "sehat" dan jelas
orientasinya. Pendapat itu bertentangan dengan
nilai kesetaraan dan keadilan gender itu sendiri.
Sebagaimana yang tertera dalam judul RUU KKG
itu.
Selain itu, bertentangan dengan nilai-nilai hak asasi
manusia. Menurut Shinta, setiap orang yang
membela hak asasi manusia, pasti akan
menerimanya. (yp)

sumber : http://www.ourvoice.or.id/id/2012/06...bisa-dielakan/



Nikah Sejenis Jadi Pembahasan RDPU RUU
Kesetaraan Gender


Hidayatullah.com– Dinamika pro kontra
Rancangan Undang-Undang Kesetaraan dan
Keadilan Gender (RUU) masih bergulir. Salah satu
sorotan penting dalam gagasan RUU ini yang
dikhawatirkan akan melegalisasi keberadaan
pernikahan sesama sejenis seperti lesbian dan
homoseksual.
Menurut Prof Dr Jimly Asshiddiqie, SH, MH dalam
rapat dengar pendapat umum (RDPU) di ruang
sidang Komisi VIII DPR RI pada hari Kamis
(21/06/2012) kemarin mengatakan, keberadaan
komunitas LGBT seprtti lesbian, gay dan
transgender ini di luar permasalahan setuju atau
tidak setuju RUU ini, kehadirannya tidak bisa
dielakkan di masyarakat.
"Misalnya isu LGBT, lesbian, gay, biseks dan
transgender. Dan ini bukan soal tidak suka tapi
nyatanya banyak, puluhan juta jumlahnya," jelas
alumni Youth Islamic Study Club (YISC) Al Azhar
ini.
Karena itu, bagi Jimly, suatu hari akan sampai
saatnya isu-isu kemanusiaan bagi komunitas LGBT
ini perlu segera disesuaikan. Baginya, kehadiran
isu LGBT ini adalah masalah kemanusiaan yang
harus diapresiasi oleh negara dalam sebuah blue
print yang bisa memperjelas peran kelompok LGBT
ini di masyarakat.
Senada dengan Jimly, Hj Sinta Nuriyah
Abdurahman Wahid M. Hum juga menyatakan
bahwa permasalah nikah sejenis bagi kelompok
LGBT adalah sesuatu yang tidak bisa dielakkan
bahwa mereka pada kenyataannya berkembang
secara alami di masyarakat.
"Kita harus melihat bahwa memang kenyataanya
ada di tengah masyarakat itu, bahwa ada
transgender, sesama jenis itu memang ada.
Apakah kita akan membiarkan? Sebagai orang
yang membela HAM itu pastinya kita akan
menerima," jelas istri mantan presiden RI
Abdurahman Wahid ini.

sumber : hidayatullah.com/read/23257/22/06/2012/nikah-sejenis-jadi-pembahasan-rdpu-ruu-kesetaraan-gender.html

[PUSING]Mobil Murah Bakal Bikin Pusing Jokowi

Sabtu, 06/10/2012 13:00 WIB
[imagetag]

[imagetag]

[imagetag]
Jakarta - Mobil murah atau Low Cost Green Car (LCGC) mulai tahun ini mulai bermunculan, salah satunya si kembang Astra Toyota Agya dan Astra Daihatsu Ayla. Adanya LCGC dari pemerintah pusat ini akan menjadikan Gubernur DKI Jakarta yang baru Joko Widodo (Jokowi) tambah pusing, karena lalu lintas di ibu kota makin kusut.

Pengamat Transportasi, Djoko Setijowarno mengatakan, program mobil murah menjadi beban baru bagi Gubernur DKI. Mobil ini akan lalu-lalang di jalanan Jakarta yang akhirnya akan menambah kepadatan.

"Akan ada beban baru yang dipangku oleh Gubernur DKI baru nantinya, dimana mobil LCGC siap turun," kata Djoko kepada detikFinance, Sabtu (6/10/2012).

Regulasi LCGC juga tidak lama lagi akan keluar, tinggal menunggu Peraturan Presiden dan Peraturan Menteri Keuangan serta Seketariat Negara.

"Kalau ini rampung, ini jadi pekerjaan rumah besar bagi Jokowi yang punya visi membebaskan Jakarta dari kemacetan, karena orang Jakarta begitu ada produk baru mereka langsung beli. Apalagi harga mobil LCGC ini juga murah kok hanya Rp 75 juta-Rp 100 juta per unit," ungkapnya.

Guna mencegah kemacetan bertambah, Djoko menyarankan kepada Jokowi menaikan tarif parkir hingga berlipat ganda dan mengubah model pembayaran parkir dengan konsep parkir berlangganan.

"Cara yang dilakukan untuk menghadang agar mobil murah tidak bertebaran di jalan adalah dengan melipatgandakan tarif parkir dan mengubah jadi model parkir berlangganan," tukasnya.


Seperti diketahui, pemerintah mengeluarkan program mobil murah atau LCGC. Toyota dan Daihatsu pun sudah mencuri start dengan memperlihatkan Astra Toyota Agya dan Astra Daihatsu Ayla.

Selain Toyota, Daihatsu dan Suzuki, merek lain yang berminat untuk ikut serta adalah Nissan yang berniat melahirkan kembali merek Datsun dan produsen mobil India, Tata Motors, yang memiliki mobil termurah sedunia, Tata Nano.
sumber :
http://finance.detik.com/read/2012/1...?991104topnews

pak jokowi akan diserang mobil murah Rp 75 juta-Rp 100 juta per unit :addfriends

Bakal Banyak Tumbal Bergelimpangan Dalam Kasus Simulator SIM

Kabareskrim Salahkan SDM Telat Sampaikan Record Penyidik KPK


Jakarta Penyidik KPK Kompol Novel dilaporkan berperkara. Namun jika berperkara mengapa Polri mengirim Novel untuk dijadikan penyidik KPK?

"Tidak selamanya kita tahu. Kadang-kadang sudah di sekolah (Polri), ada catatan yang seperti itu, dicabut lagi," kata Kabareskrim Komjen Sutarman dalam jumpa pers kasus Kompol Novel di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jakarta Selatan, Sabtu (6/10/2012).

Menurut Sutarman, untuk polisi yang berdinas di daerah, dibina oleh sumber daya manusia (SDM) Polri di daerah. Jika tidak ada catatan kasus, maka laporan akan masuk ke Polri pusat.

"Untuk record yang dilakukan anggota di daerah, SDM daerah yang mengirim, itu pembinaan personel. Kalau tidak ada catatan dikirim," kata Sutarman.

Seperti yang diketahui, sejak pukul 18.00 WIB Jumat (5/10) kemarin, belasan polisi dari Polda Bengkulu mendatangi Gedung KPK. Targetnya cuma satu, menangkap penyidik KPK, Kompol Novel Baswedan untuk dijerat kasus penganiayaan berat di tahun 2004.

Novel akhirnya tidak jadi dibawa polisi. Pimpinan KPK pun tegas-tegas sudah menyatakan pasang badan untuk membantu Novel. Sedang Polri yakin kalau Novel bersalah melakukan dugaan pidana pada 2004 lalu atas kasus penembakan pada tersangka kasus pencurian sarang burung walet.

(nik/ndr)


sumber

Sutarman ini justru blunder untuk korps polisi sendiri,
Setelah kasus Proyek Korupsi Kakap Simulator SIM Ditangani KPK, Korban internal Polri yg bergelimpangan sudah cukup banyak

terakhir sutarman menunjuk batang hidung SDM Polri baik di Mabes maupun Daerah tidak becus bekerja hingga pelaku kriminal sangat lancar naik pangkat di Polri dari Iptu hingga Komisaris, mungkin berikutnya yg akan ditunjuk jadi tumbal adalah Divisi Provost yg tidak serius menangani kasus hingga molor 8 tahun (selama 8 tahun ngapain aja Provostnya??? benarkah mereka makan gaji buta menafkahi keluarganya selama 8 tahun???) dan tentunya setelah berbagai kesalahan diperbuat oleh SDM dan Provost Polri, maka mereka harus siap menerima sanksi dari instansi karena mereka nyata2 dibilang bersalah oleh Kabareskrim mereka sendiri

Novel Berstatus sebagai Pegawai Tetap KPK

Novel Baswedan, penyidik KPK yang malam ini sedianya akan dijemput oleh tim kepolisian, termasuk sejumlah perwira Polri, merupakan pegawai tetap KPK.

Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua KPK Bambang Widjodjanto, dinihari ini, di Gedung KPK, Jl Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan. Bambang menegaskan, Novel bukanlah bagian dari lima penyidik yang dalam proses penarikan oleh Polri.

"Novel tidak termasuk 20 penyidik yang hendak ditarik oleh kepolisian. Dia sudah menjadi pegawai tetap di KPK, melalui proses alih status. Novel merupakan PNS yang mendapat gaji dari negara," tuturnya.

Novel hendak dijemput paksa karena jajaran Polri meyakini dia terlibat dalam kasus pembunuhan pencuri sarang burung walet, saat dirinya menjabat sebagai Kasat Serse Polresta Bengkulu.

Sejatinya, kasus tersebut telah dianggap selesai melalui putusan lembaga internal kepolisian yang telah menjatuhkan sanksi administratif berat kepadanya, pada 2004



sumber


lainnya :
Diburu Provos, Novel Telepon Keluarga dengan Nomor KPK
Meski Sudah 8 Tahun, Polri Nilai Kasus Novel Belum Kedaluwarsa
Bambang Widjojanto: Ini Bagian Kriminalisasi KPK
KPK Siapkan Tim Bantuan Hukum untuk Novel
Alasan Polri Buka Kasus Kompol Novel 8 Tahun Lalu

(prestasi) PENDIRI PRAMUKA ROBERT BADEN POWELL TERLAHIR GAY

gan, Jika kita
meyebut Pramuka, maka kita akan mengenang
tokoh pendiri Pramuka international, Robert
Baden-Powell.
Powell dilahirkan di Paddington, London pada
1857. Dia adalah anak ke-6 dari 8 bersaudara.
Ayahnya, Harry Baden-Powell seorang pendeta
dan mengajar geometri di Oxford. Ayahnya
meninggal ketika dia berusia 3 tahun, kemudian ia
dibesarkan oleh ibunya, Henrietta Grace Smith,
seorang perempuan yang mempunyai motivasi
bahwa anak-anaknya harus berhasil. Baden-Powell
berkata tentang ibunya pada 1933, "Rahasia
keberhasilan saya adalah ibu saya."
Pada Januari 1912 Baden-Powell bertemu calon
isterinya Olave Soames di atas kapal penumpang
(Arcadia) dalam perjalanan ke New York untuk
memulai perjalanan Pramuka di seluruh dunia
Dunia. Saat itu, Olave berusia 23, Baden-Powell 55,
dan mereka sama tanggal lahirnya. Mereka
bertunangan pada September tahun yang sama
dan menjadi sensasi pers, mungkin karena
ketenaran Baden-Powell. Pernikahan perbedaan
usia seperti itu lazim pada saat itu. Untuk
menghindari gangguan pihak pers, mereka
melangsungkan pernikahan secara rahasia pada
30 Oktober 1912. Dalam perkimpoian itu mereka
dikaruniai tiga anak – satu anak laki-laki dan dua
perempuan.
Tapi ada cerita yang berbeda yang ditulis oleh dua
penulis biografi tentang Baden-Powell, Michael
Rosenthal dari Columbia University dan Tim Jeal.
Menurut dua penulis itu, Powell adalahi
homoseksual yang tertekan. Buku Tim Jeal yang
diriset selama lebih dari 5 tahun, diterbitkan oleh
Yale University Press dan diterima dengan baik
oleh New York Times, Washington Post dan
penerbitan-penerbitan terkemuka lain.
Selain bukti-bukti lain, Jeal menyebutkan suatu
contoh kejadian di bulan November 1919. Ketika
mengunjungi Charterhouse, sekolahnya dulu,
Baden-Powell tinggal bersama teman lamanya, A.
H. Tod, seorang guru lajang dan pemilik rumah
yang telah mengambil foto-foto telanjang murid-
muridnya sebagai bagian dari kumpulan foto
mengenai sekolah. Dalam buku hariannya, Baden-
Powell menulis tentang hal ini: "Tinggal dengan
Tod.
Foto-foto anak laki-laki telanjang dan pohon-
pohon yang diambil oleh Tod. Dalam surat-surat
selanjutnya kepada Tod mengenai awal gerakan
Pramuka di sekolah itu, Baden-Powell menyebut
bahwa ia akan segera berkunjung kembali dan
menambahkan: "Mungkin saya ingin melihat
kembali foto-fotomu yang indah itu."
Jeal juga menyebutkan bahwa Baden-Powell, tetap
memuji tubuh laki-laki ketika telanjang dan
merendahkan tubuh perempuan. Di Gilwell park,
tempat perkemahan Pramuka di hutan Epping, ia
selalu menikmati pemandangan anak-anak laki-laki
berenang telanjang, dan kadang-kadang
berbincang dengan mereka setelah mereka
melepas baju."
Walaupun menikmati keindahan anak-anak laki-
laki, Baden-Powell tidak diketahui pernah ada
hubungan intin dengan laki-laki. Sebaliknya, ia
sangat teguh berpendapat untuk menekan
keinginan seksual, terutama dalam komunikasinya
dengan anak-anak laki-laki. Ia memasukkan
larangan yang jelas melawan onani dalam
panduan-panduan Pramuka awal (sedemikian
jelasnya sehingga penerbitnya, menolak untuk
mencetak hal ini sebelum bahasanya diperhalus).
Sampai usia 80-an, Powell terus bersurat dengan
anggota-anggota Pramuka dan memerintahkan
mereka untuk mengendalikan keinginan mereka
"merusak diri sendiri" (onani). Ia percaya pada
pendapat saat itu bahwa hal ini menyebabkan
penyakit, kegilaan dan impotensi seksual. Tapi
pandangan-pandangannya tidak disetujui oleh
semua orang. Dr. F. W. W. Griffin, editor The
Scouter, menulis pada 1930 dalam buku untuk
Rover Scouts bahwa onani adalah "tahapan yang
cukup alami dalam perkembangan" manusia.
Tapi kemudian foto-foto Tod bertahan sampai
tahun 1960-an, ketika mereka dihancurkan
mungkin untuk "melindungi reputasi Tod." Namun
R. Jenkyns mengatakan bahwa album tersebut
mengandung foto-foto anak laki-laki telanjang
dalam pose-pose yang menurut pendapatnya,
"dibuat-buat dan artifisial." Tidak ada alasan untuk
mencurigai bahwa Tod atau Powell memiliki tujuan
buruk terhadap anak. Menurut Jenkyns foto-foto
tersebut dibuat sesuai dengan tradisi pada saat itu
mengenai seni yang juga ditampilkan dalam
lukisan-lukisan Henry Scott Tuke, foto-foto Baron
Wilhelm von Gloeden, dan lain-lain. Bahwa Powell
ada ketertarikan sejenis tidak ada bantahan,
bahkan sudah banyak dituliskan dalam buku-buku
sejarah tokoh gay yang memberikan pengaruh
dunia.
sumber : http://www.ourvoice.or.id/id/2012/08...l-seorang-gay/

[Berita Ringan] Belanda Cuma Butuh Duitnya Indonesia?

Quote:

[imagetag]

Quote:

Timnas Belanda bakal datang ke Cina dan Indonesia di tahun 2013 sebagai persiapan menjelang Piala Dunia 2014. Namun pelatih timnas Belanda, Louis Van Gaal beranggapan laga uji coba tersebut bermotifkan uang.


Seperti dikonfirmasi oleh juru bicara KNVB kepada Goal Internasional, tim Oranje bakal berhadapan dengan Cina dan Indonesia dalam tur mereka di tahun 2013. Namun laga tersebut belum ada kepastian mengenai perihal tempat, waktu dan lokasinya.


"Menghadapi Cina dan Indonesia, menurut pandangan saya tujuannya untuk mendapat uang. Selain sebagai bagian dari jenjang promosi pemain junior, kami juga mendapat keuntungan secara ekonomi. Banyak perusahaan yang akan bergabung dalam tur nanti," ucap Van Gaal.


Van Gaal juga menegaskan jika dirinya lebih senang melawan tim kuat Eropa seperti Jerman, Italia, Inggris, dan Portugal. Namun pelatih berusia 61 tahun ini berjanji tetap akan menampilkan pertandingan yang menarik.


"Saya senang melawan tim kuat Eropa. Melawan Cina dan Indonesia mempunyai tujuan yang berbeda. Bagi Cina dan Indonesia melawan kami adalah sebuah laga besar. Sementara kami melakukannya karena uang dan berusaha menampilkan laga yang menarik," pungkas Van Gaal.



Quote:

kira2 yg main nti tim KPSI atw PSSI yah
sumber

Sistem Komando Polri Amburadul ??

Apa Timur Pradopo Tidak Berkuasa Lagi di Polri?

Jakarta- Pengamat Politik Arbi Sabit menilai ada kejangalan ketika pimpinan Polri tidak mengetahui anak buahnya mendatangi KPK untuk menjemput Kompol Novel. Bahkan Arbi mempertanyakan kekuasaan Kapolri Jendral Timur Pradopo atas anak buahnya.

"Tidak mungkin tidak tahu. Omong kosong! Apa Timur (Kapolri) tidak lagi berkuasa lagi di Polri," ujar Arbi Sanit di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (6/10/2012).

"Namanya polisi kayak tentara. Ini Komandonya amburadul," imbuhnya.

Mengenai polemik penyidik KPK yang diminta kembali ke satuannya, Arbi meminta KPK segera menetapkan para penyidik itu sebagai pegawai tetap KPK.

"Dia (penyidik) pindah saja. Tidak perlu dipinjam dan KPK harus perjuangkan," terangnya.

Fase perseteruan KPK-Polri kini masuk ke dalam fase yang buruk. Arbi memberikan ide pelibatan TNI untuk menangkap koruptor jika polisi tidak lagi bisa diajak kerjasama.

"Saya kira libatkan TNI saja untuk tangkap koruptor," tegasnya.


(fiq/ndr)

sumber


Benarkah ada perpecahan di internal Polri??
Timur Pradopo tak lagi disegani bawahannya??

Wahai Presiden Mana Janjimu Berada di Garda Depan Pemberantasan Korupsi?

Quote:

[imagetag]

Jakarta Titik-titik perseteruan KPK versus Polri terlihat bergema terkait penangkapan penyidik KPK Kompol Novel. Presiden SBY ditagih janjinya saat kampanye Pilpres 2004 lalu, untuk berada di garda terdepan pemberantasan korupsi.

"Publik saat ini menagih janji Presiden yang mengumandangkan untuk berada di garda terdepan dalam pemberantasan korupsi ketika kekuatan anti pemberantasan korupsi menguat," ujar Hikmahanto Juwana, Guru Besar Fakultas Hukum UI, dalam rilisnya, Sabtu (6/10/2012).

Menurut Hikmahanto, dalam situasi yang genting ini diperlukan ketegasan dan keberpihakan SBY. Rincian langkah-langkah ketegasan, bisa dirumuskan oleh para pejabat setingkat menteri atau wakil menteri.

"Jangan sampai kesan tidak adanya ketegasan dan keberpihakan Presiden diinterpretasikan oleh publik sebagai keberpihakan Presiden dalam kekuatan anti pemberantasan korupsi," kata dia.

Publik, lanjut Hikmahanto, menengarai pelemahan yang dilakukan terhadap KPK terkait kriminalisasi atas penyidik Kompol Novel oleh Polda Bengkulu merupakan upaya anti pemberantasan korupsi. Hal inilah yang seharusnya jeli dilihat SBY.

"Pemerintah dengan otoritas dan kewenangan yang dimilikinya perlu memastikan agar pemberantasan korupsi tetap berjalan on the right track," tutur Hikmahanto.

Pendekatan untuk menyelesaikan permasalahan dengan cara dialog antar pimpinan KPK dan Polri dapat dipastikan akan sia-sia. Sebab konflik yang terjadi antara KPK dan Polri bukan konflik institusi.

"Konflik yang saat ini terjadi adalah konflik antara pro pemberantasan korupsi dengan anti pemberantasan korupsi," ucapnya.

Seperti yang diketahui, sejak pukul 18.00 WIB Jumat (5/10) kemarin, belasan polisi dari Polda Bengkulu mendatangi Gedung KPK. Targetnya cuma satu, menangkap penyidik KPK, Kompol Novel Baswedan untuk dijerat kasus penganiayaan berat di tahun 2004.

Novel akhirnya tidak jadi dibawa polisi. Pimpinan KPK pun tegas-tegas sudah menyatakan pasang badan untuk membantu Novel. Sedang Polri yakin kalau Novel bersalah melakukan dugaan pidana pada 2004 lalu atas kasus penembakan pada tersangka kasus pencurian sarang burung walet.


sumber



beliau adem ayem aja kok pak...apa lg galau ya pak beye:bingung

Dengan 'Dibekali Pegangan Puntadewa' Jokowi akan langsung bereskan Masalah di Jakarta

[imagetag]
[imagetag]


REPUBLIKA.CO.ID, SOLO --Calon Gubernur DKI Jakarta terpilih Joko Widodo (Jokowi) diberi bekal berupa salah satu tokoh pewayangan, Puntadewa, agar dapat menyelesaikan masalah-masalah di Jakarta. Tokoh wayah itu diberikan dalam silaturahim dengan masyarakat di Surakarta, Jumat (5/10) malam di halaman Balaikota Surakarta.

Jokowi menerima bekal tokoh wayang Puntadewa dari Wakil Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo. Ribuan warga masyarakat Kota Solo yang hadir pada acara tersebut, memadati halaman Balikota.

Menurut FX Hadi Rudyatmo, tokoh wayang Puntadewa merupakan simbol yang mempunyai kelebihan untuk menata dengan penuh kesabaran. Puntadewa juga mampu menyatukan keluarga Pandawa.

Begitu juga Jokowi yang digambarkan sebagai Puntadewa, kata Rudyatmo, akan mampu menyelesaikan masalah Jakarta dengan kesabaran dan menyatukan untuk membangun DKI. "Dengan Puntadewa masalah kemacetan di Jakarta dapat diatasi," kata Rudyatmo.

Dia juga berpesan kepada Jokowi saat memimpin Jakarta agar tetap melakukan aktivitas saat menjadi Wali Kota Surakarta, antara lain sebagai pemimpin harus mau mendengar, melihat dan baru melakukan.

"Pemimpin itu, sebagai pelayan dan mengabdi masyarakat, sehingga harus mau melayani untuk kesejahteraannya," katanya.

Jokowi dalam kesempatan tersebut mengatakan, jangan terlalu menyanjung dirinya yang berlebihan, karena sosok tokoh pewayangan Puntadewa sangat jauh jika dibanding dirinya. "Saya ini rakyat biasa yang diberikan amanah," kata Jokowi.

Selain itu, Jokowi mengaku dirinya sampai terpilih menjadi Gubernur DKI ini dianggarnya seperti kejadian saat dirinya terpilih menjadi wali kota bersama wakilnya Hadi Rudyatmo.

"Saya ini hanya seorang tukang kayu yang kena musibah menjadi Wali Kota Surakarta. Begitu juga kini terpilih menjadi Gubernur juga musibah," katanya.

Menurut Jokowi, tidak ada angin dan hujan tahu-tahu dirinya dipanggil diberikan tugas untuk mencalonkan Gubernur DKI. Pada putaran pertama dirinya bersama Basuki Tjahja Purnama bisa mengungguli calon lainnya.

"Saya pada putaran kedua dikeroyok banyak sekali, tetapi kalau sudah nasibnya akhirnya terpilih menjadi Gubernur DKI," katanya.

Menurut Jokowi, dirinya tidak mau diucapkan selamat tinggal tanda perpisahan dengan masyarakat Solo, karena dirinya juga mempunyai rumah di sini sewaktu-waktu bisa pertemu kembali.

"Saya saat ini, bukan siapa-siapa tetapi sebagai masyarakat biasa. Saya sudah diberhentikan sebagai wali kota oleh DPRD. Tetapi, di Jakarta saya juga belum dilantik menjadi Gubernur," katanya.

sumber

wah keren juga 'pegangan' jokowi, raden puntadewa :matabelo:

Musim Liburan, Tembok China Jadi Lautan Manusia

Quote:

[imagetag]

VIVAnews - Liburan sepekan yang berlangsung di China membuat banyak tempat wisata di negara tersebut penuh sesak. Salah satunya adalah Tembok Besar China yang menjadi lautan manusia.

Dalam ratusan foto yang diunggah di laman media sosial serupa Twitter di China, Weibo, terlihat ribuan manusia berdesak-desakan di atas tembok super panjang tersebut. Ribuan kepala terlihat mengantre menyusuri tembok yang diperkirakan dibangun pada abad ke-7 ini.

Foto-foto itu tersebar di seluruh dunia melalui internet. Para pengguna Weibo menamakan lautan pengunjung di Tembok Besar China sebagai 'Antrean Besar China'. "Untuk kamera yang punya pengenal wajah, pasti langsung rusak dalam kondisi ini," kata seorang pengguna Weibo, dilansir Daily Mail.

Ribuan pengunjung datang bersamaan bertepatan dengan libur panjang musim gugur. Tembok Besar China menjadi salah satu tujuan utama warga Tiongkok untuk berlibur. Hal ini mungkin karena Ketua Mao Zedong pernah berkata 'kau bukanlah orang China yang baik sebelum mengunjungi Tembok China.'

Dalam salah satu foto, terlihat antrean yang mengular pengunjung untuk membayar di pintu masuk. Setelah membeli tiket seharga 46 yuan, pengunjung digiring ke atas tembok oleh para petugas. Di sini, kemacetan terjadi saat ribuan pengunjung menunggu pengunjung lainnya untuk berjalan.

Macet Parah

Tidak hanya di Tembok China, jumlah pengunjung di tempat wisata lainnya juga meroket. Salah satunya adalah di Kota Terlarang di Beijing. Rekor tercatat, dalam sehari pekan ini pengunjung mencapai 180.000 orang.

Bendungan Three Gorges di Sungai Yangtze sampai harus memasang pembatas agar ribuan pengunjung tidak celaka. Di Gunung Hua, ribuan pengunjung terjebak di dalam trem yang kelebihan beban. Sebanyak 300 polisi terpaksa harus daki gunung untuk menyelamatkan mereka.

Liburan serentak 1,35 miliar rakyat China ini juga menimbulkan kemacetan yang luar biasa parah di seluruh China. Sebanyak 24 jalan tol nasional tidak ubahnya tempat parkir kendaraan saat 86 juta orang turun ke jalan.

Ribuan foto soal macet parah di China juga diunggah ke Weibo. Beberapa foto memperlihatkan kebosanan para penumpang. Di antara mereka ada yang berjalan-jalan dengan anjing, bermain tenis, atau tertidur di atas mobil sambil menunggu macet terurai. Polisi juga harus mendirikan toilet portabel bagi para pengguna jalan.



sumber




gile bnr mpe penuh bgt:bingung:

Kaga perlu tau, cukup prihatin aja, ANE MAU BERENDEM AJA DAH

[imagetag]

Quote:

Jakarta Presiden SBY sudah mengetahui soal kedatangan belasan Provost dan polisi dari Mapolda Bengkulu ke Gedung KPK Jumat (5/10) malam tadi. Presiden pun sudah memberi mandat kepada Menko Polhukam Djoko Suyanto untuk bisa menyelesaikan persoalan yang terjadi antara KPK dan Mabes Polri.

"Bapak presiden sudah menginstruksikan kepada Menko Polhukam untuk bisa melaksanakan dengan baik agar bisa berkomunikasi dengan KPK," kata juru bicara presiden, Julian A Pasha, kepada detikcom, Sabtu (6/10/2012).

Sejak malam tadi, instruksi presiden pun langsung dijalankan dengan baik oleh Djoko Suyanto. Buktinya, Djoko segera menghubungi Kapolri begitu mendapat informasi soal kedatangan puluhan polisi ke KPK.

"Perintah itu langsung dari Menko atas nama Bapak Presiden," jelas Julian.

Saat itu, Kapolri mengaku tidak tahu soal kedatangan polisi ke KPK. Hal itu bisa dimaklumi Julian. Pasalnya, lanjut Julian, tidak selalu kegiatan polisi bisa diketahui oleh Kapolri.

"Polisi di daerah tidak harus melapor. Jadi kalau Kapolri tidak tahu itu make sense," tandasnya. astaga urusan sebesar ini kaga perlu tau sama dong sama yang lagi mau mandi :ngakaks

Seperti yang diketahui, sejak pukul 18.00 WIB kemarin, belasan polisi dari Polda Bengkulu mendatangi Gedung KPK. Targetnya cuma satu, menangkap penyidik KPK, Kompol Novel Baswedan untuk dijerat kasus penganiayaan berat di tahun 2004.

Menurut versi KPK, kasus itu sendiri sebenarnya sudah dianggap selesai oleh polisi. Novel saat itu sudah dihadapkan dalam sidang kode etik polisi dan dinyatakan bersalah. Namun saat itu, Novel sebenarnya tidak bersalah. Novel justru menanggung kesalahan anak buahnya.

Novel akhirnya tidak jadi dibawa polisi. Pimpinan KPK pun tegas-tegas sudah menyatakan pasang badan untuk membantu Novel.

Polri sendiri menegaskan tindakan ini bukanlah upaya kriminalisasi KPK. Polri punya bukti kuat atas tindakan yang dilakukan Novel.
(mok/ndr)
SUMBER: http://news.detik..com/read/2012/10/...alan-kpk-polri

vBOT mau ikut berendem engak?

Kabareskrim: KPK Mengkerdilkan Dirinya Sendiri

[imagetag]

Jakarta Kabareskrim Mabes Polri Komjen Pol Sutarman menepis ada niatan untuk mengkerdilkan KPK. Sutarman menegaskan bahkan kalau Polri tak setuju KPK dikecilkan. Tapi di setiap lembaga tentu ada etika yang harus dipatuhi.

"Dianggap kita mengkerdilkan, etika kelembagaan dia mengkerdilkan dirinya sendiri," jelas Sutarman dalam jumpa pers di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jakarta, Sabtu (6/10/2012).

Sutarman menegaskan, bahwa dalam pemberantasan korupsi, semua lembaga penegak hukum bersatu padu memberantas korupsi. Bukan siapa yang lebih kuat.

"Kami mendukung dan mensuport dari beberapa aspek. Tanpa itu tak akan bisa memberantas korupsi," jelasnya berkomentar terkait kasus penangkapan Kompol Novel Baswedan.

Selain itu, Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Suhardi Aliyus menegaskan bahwa langkah KPK dalam mengalihkan penyidik Polri menjadi pegawai tentu harus sesuai aturan.

"Status penyidik Polri adalah pegawai negeri. Alih status ada mekanisme yang ditempuh. Ada aturan dia mengundurkan diri dulu, dari institusi polri, kemudian mendaftar ke KPK. Polri sudah mengirim surat kepada pimpinan dan bagaimana mempedomaninya. Semua bisa tuntas dengan koordinasi," tegas Suhardi.

Sumber : http://news.detik.com/read/2012/10/0...endiri?9911012

---------------------

Kalo Kasus2 Yang ini gimana Pa ??

1. Timur pradopo Kasus Trisakti
http://www.kontras.org/index.php?hal...n_pers&id=1134

2. Rek Gendut Polri
http://www.rakyatmerdekaonline.com/r...ndut-Jenderal-

3. Kasus nabrak lari oleh Perwira
http://www.mediaindonesia.com/webtor...ar_id=MTU2MTc4

4. Kinerja Kapolri mengenai Kasus sampang
http://hankam.kompasiana.com/2012/08...-pak-presiden/
:iloveindonesia

Ini 4 tuntutan rakyat Indonesia untuk aksi arogan Polri

Jakarta, Aktual.co — Masyarakat*Indonesia meminta Kapolri Jenderal Pol Timur Pradopo untuk diberhentikan*pasca upaya penangkapan terhadap penyidik Kompol Novel Baswedan yang
bertugas di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) oleh Polda Bengkulu.

Tuntutan itu merupakan salah satu poin yang diminta rakyat dalam petisi yang*dibacakan oleh sejumlah tokoh di kantor KPK, Kuningan, Jakarta, Sabtu dini*hari (6/10).*

Hadir dalam pembacaan petisi itu adalah Ketua KPK Abdaram*Samad, Wakil Ketua KPK Bambang Widjoyanto, Rektor Universitas Paramadina*Anis Baswedan, Wamenkumham Denny Indrayana, pakar hukum tata negara Saldi*Isra dan sejumlah aktifis dan anggota DPR.

"Petisi ini mewakili masyarakat*Indonesia. Kita semua yang hadir di sini menandatangani petisi ini," ujar*Saldi.*

Berikut adalah empat tuntutan dalam petisi tersebut:*

Pertama*merekomendasikan pemberhentian Kapolri Jenderal Timur Pradopo, karena tidak dapat mengendalikan bawahannya*

Kedua, merekomendasikan Presiden untuk*mengambil-alih seluruh tanggung jawab Kepolisian dalam rangka menghindari*pelemahan dan kriminalisasi KPK*

Ketiga, menghindari perselisihan KPK-Polri*jilid ke-2*

Keempat, seluruh masyarakat menyatakan dukungan penuh kepada KPK*untuk terus melakukan tugas pemberantasan tindak pidana korupsi*

Seperti*diketahui kriminalisasi dilakukan kembali oleh Polri. Kali ini Kapolri*mengaku tidak mengetahui upaya penangkapan Kompol Novel tersebut.*

Atas*perintah Menkopolhukam Djoko Suyanto, penangkapan tersebut urung*dilaksanakan. Penangkapan Kompol Novel dilakukan kurang dari sehari setelah*yang bersangkutan memeriksa tersangka kasus simulator SIM Irjen Pol Djoko*Susilo.*

Sumber: http://www.aktual.co/politik/115133i...n-arogan-polri

Ketua DPR: Penangkapan penyidik KPK sesuai kewenangan Polri

Jakarta, Aktual.co — Ketua DPR RI, Marzuki Alie, mengatakan, Kepolisian*sudah bekerja sesuai prosedur untuk menjemput paksa Kompol Novel Baswedan*yang saat ini merupakan salah seorang penyidik KPK.*

"Menurut saya tidak ada*kekisruhan. Infonya ada permasalahan hukum. Andaikata itu benar, maka*langkah polisi sesuai dengan kewenangannya," kata Marzuki Alie kepada*aktual.co, Jakarta, Sabtu (6/10).*

Polda Bengkulu menyebutkan, Kompol Novel*terlibat pembunuhan dengan menembak warga di Pantai Panjang, Bengkulu tahun*2004 silam. Karena banyaknya laporan dari masyarakat, LSM yang ada di*Bengkulu, Polda Bengkulu melaksanakan tugasnya, termasuk menjemput paksa
Kompol Novel.*

Namun, saat aksi jemput paksa itu, ternyata bukan Novel yang*diciduk, tapi AKBP Yuris Siahaan.*

Sumber : http://www.aktual.co/politik/121806m...ada-kekisruhan

20 Tahun Mencari Sang Kakak, Mereka Dipertemukan Penjara

ESSEX – Seorang perempuan asal Inggris Menghabiskan 20 tahun mencari kakak kandungnya yang telah lama terpisah. Mereka pun bertemu di penjara Amerika Serikat (AS) yang sedang menjalani pelayanan masyarakat.

Natasha Owen Jones (31) dari Ilford, Essex, berusaha mencari kakaknya, Morgan Schulz yang sudah berpisah dengannya. Natasha dan Schulz diadopsi pada usia yang sangat muda setelah ibu mereka meninggal karena overdosis obat-obatan dan ayah mereka dipenjara.

Natasha sempat berpikir kalau dirinya adalah anak yatim piatu dan anak satu-satunya, tapi ketika dia berusia 10 tahun dia menemukan sebuah Dokumen di meja ayah angkatnya yang mengatakan bahwa, dirinya memiliki saudara kandung. Demikian seperti dilansil Daily Mail, Selasa (2/10/2012).

Natasha menyewa detektif untuk mencari kakaknya. Menurut laporan, kakak dari Natasha yang dulu bernama Laurence dan sudah pindah ke AS. Laurence pun mengganti namanya menjadi Morgan Schulz.

Natasha terkejut ketika pertama kali bertemu dengan Shulz, karena pria berusia 32 tahun ini dihukum dan diminta bekerja sosial selama 99 tahun di penjara Minnesota, hal itu disebabkan karena Shulz membunuh pengedar narkoba. "Melihatnya setelah bertahun-tahun tidak bersama adalah momen yang sangat luar biasa," ujar Natasha.

Saat ini Natasha dan Morgan hanya bisa berkomunikasi lewat telepon dan Natasha berharap kakanya dipindahkan ke penjara di Inggris serta masa hukumannya dikurangi. Kisah dua bersaudara ini akan dibuatkan film dokumenter berjudul "My Brother the Murderer" di More4 pukul 10 malam.(AUL)

[imagetag]

Sumber

sedih banget, wajib nonton film nya nanti.. :)

202 Bassis se-Indonesia Cetak Rekor MURI (Soft News)

Komunitas BASS Warrior Indonesia berhasil memecahkan rekor museum rekor Indonesia (MURI) dengan menampilkan 202 bassis (pemain bass) selama 30 menit di atas panggung ukuran 12x10 meter setinggi 1,5 meter, di lapangan Tegalega, Bandung, Jawa Barat, Jumat (5/10/2012) kemarin.

[imagetag]

Komunitas BASS Warrior Indonesia berhasil memecahkan rekor museum rekor Indonesia (MURI) dengan menampilkan 202 bassis (pemain bass) selama 30 menit di atas panggung ukuran 12x10 meter setinggi 1,5 meter, di lapangan Tegalega, Bandung, Jawa Barat, Jumat (5/10/2012) kemarin.

Menurut Program Director, Yemi SN Assiyami Laili, konser rekor MURI ini sebagai hadiah kepada Kota Bandung yang merayakan hari jadinya yang ke 202. Penampilan 202 bassis ini datang dari berbagai belahan nusantara, di antaranya, Bandung, Tasikmalaya, Surabaya (Jawa Barat), Jawa Tengah, Jawa Timur, Jakarta, Sulawesi, Priangan, Kalimantan dan Gorontalo.

"Dalam memecahkan rekor sebanyak 202 basist membawakan lagu 'halo-halo Bandung' dan yang kedua lagu 'manuk dadali'. Mereka memainkan bass dengan aransemen yang berbeda, masing–masing suara BASS peserta di-cek, jadi ketahuan kalau ada yang tidak bunyi," ujar Yemi saat ditemui di akhir acara.

Yemmi mengatakan, sebelumnya pada tahun 2006 pernah diadakan acara yang sama dengan mencatat 13 bassis tampil secara bersamaaan di Jakarta. "Namun untuk tahun 2012 ini lebih dasyat dari tahun 2006," kata Yemi.

Yemi menerangkan, 202 bassis itu dibagi oleh sembilan kelompok. Masing-masing kelompok ada yang 24, 26 bahkan sampai 40 orang. "Uniknya pemain bass yang masih duduk di bangku SMP juga ada, tapi skill bermainnya sama dengan peserta lainnya," katanya.

Konser yang dilangsungkan sejak pukul 14.30 dan selesai pukul 23.00 WIB turut diramaikan oleh band-band papan atas, di antaranya, MATA Band, Burgelkil, Setia Band, Tahta, Sahara, dan Cafein. Selain itu masih ada penampilan Bass Bandit dengan Drum Night.

Komentar : salut, pastinya para bassis dari berbagai aliran musik tuh - :Yb

Sumber

Banyak Salah Data Saat Debat: Jokowi-Ahok Bisa Dinilai Lakukan Kebohongan Publik

INILAH.COM, Jakarta - Pengamat politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Siti Zuhro menyayangkan banyaknya data salah yang digunakan oleh pasangan Cagub DKI Jakarta Jokowi-Ahok, dalam debat kandidat Cagub, pada hari Minggu (16/9/2012) malam lalu.

"Kalau berbicara data itu ya harus akurat, sinkron dan valid. Jadi harus dengan data yang dipercaya serta akurat, tidak boleh demi kepentingan sesaat tapi memanipulasi data, itu pembohongan publik," kata Zuhro kepada INILAH.COM, Jakarta, Selasa, (18/9/2012).

Ia menjelaskan seorang calon pemimpin terlebih saat berada dalam ajang debat kandidat yang resmi, jika menyampaikan data perlu hati-hati dan memiliki sumber yang jelas dan akurat.

"Kalau data yang disampaikan tidak akurat itu apa namanya kalau bukan pembohongan publik, jadi harus hati-hati kalau berbicara data statistik. Itu harus merujuk dari sumbernya seperti BPS, atau data-data yang terkait. Itu harus jelas referensinya jangan asal jiplak aja," ujarnya.

Menurutnya, lanjut Zuhro, jangan sampai ada penyimpangan data demi kepentingan sesaat atau target sementara demi kekuasaan. "Jadi kalau mau menang itu harus dengan cara satria dong, karena memang pemimpin itu harus berjiwa ksatria," tegasnya.

Sebagaimana diketahui, Basuki T Purnama atau Ahok telah menyebutkan bahwa Puskesmas di Pemerintah Provinsi DKI Jakarta ada sekitar 340, namun sampai saat ini baru ada 4 puskesmas yang memiliki ruang rawat inap. Akan tetapi, pernyataan Ahok langsung dibantah bahwa puskesmas ada 12 yang memiliki ruang rawat inap. Ahok juga salah saat menyebutkan jumlah Fakultas Kedokteran yang ada di Indonesia.

#PresidenKemana, Ketika Rakyat Mencari SBY di Twitter

[imagetag]
Hashtag #PresidenKemana yang menjadi trending topics di Twitter Indonesia pada Sabtu subuh (6/10) (sumber: Twitter.com/beritasatu)

Quote:


Seperti domba tersesat yang bingung mencari gembalanya

Setelah KPK dan #SaveKPK menjadi topik hangat di dunia maya, rakyat akhirnya mencari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk memintanya menunjukan sikap dalam menyelesaikan konflik antara Komisi Pemberantasan Korupsi dan Kepolisian.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, sejumlah polisi menyatroni gedung KPK di Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat malam (5/10) untuk menahan Novel Baswedan, salah satu penyidik KPK yang bertugas memeriksa kasus pengadaan simulator SIM di Korlantas Polri.

Buntut dari peristiwa itu masyarakat menumpahkan kegelisahannya akan situasi hukum negeri ini kepada SBY via Twitter menggunakan hashtag #PresidenKemana.

Seperti domba tersesat yang bingung mencari gembalanya, sejak Sabtu dini hari (6/10) para pengguna Twitter ramai-ramai mencari SBY di Twitter agar ia segera menyelesaikan konflik KPK dan Polisi itu.

"Disaat genting seperti ini #PresidenKemana. Lebih banyak Prihatinnya. #SaveKPK," tulis Mas Bejo' Daeng Bejo di akun Twitter-nya, @akbarmangindara.

Keprihatinan itu sama dengan Robin Likumahuwa yang dalam akunnya menulis "404 Yudhoyono is not found #PresidenKemana".

Sementara musisi Glen Fredly menulis singkat di akunnya, "#SaveKPK #PresidenKemana"

Hingga berita ini diturunkan hashtag #PresidenKemana berada di urutan kedua trending topic di Indonesia.

http://www.beritasatu.com/digital-li...i-twitter.html
:bingung:ndak ada gan ... :bingung:
yg jelas sudah diwakili menkopolhukam, presiden sudah malam ya tidurlah, capek ini.[imagetag]

Wakil Menteri Pendidikan Menyatakan "Perang" Terhadap Film Murahan

[imagetag]

Wakil Menteri Pendidikan Bidang Kebudayaan Wiendu Nuryanti menyatakan "perang" terhadap produksi film-film murahan yang belakangan ini banyak beredar di bioskop di Tanah Air. Sikap tersebut dilakukan karena film merupakan bagian dari ekspresi budaya yang dapat membangun karakter bangsa.

"Film-film yang membodohkan masyarakat dan membuat bangsa ini dianggap bangsa primitif oleh bangsa lain karena tidak mampu membuat film dengan baik. Padahal begitu banyak ide-ide yang bisa digali tentang toleransi kearifan lokal, yang jujur dan benar akan memenangkan kehidupan. Film dapat menjadi media strategis untuk mentransformasikan inspirasi bagi generasi muda," katanya pada jumpa pers terkait penyelenggaraan Apresiasi Film Indonesia (AFI) di Jakarta, Jumat.

Wiendu yang didampingi wakil dari Lembaga Sensor Film, Nunus G Supardi, sutradara kawakan Dedi Setiadi, budayawan Tommy F Awuy, dan artis Clara Sinta meyakini film dapat menjadi media strategis untuk mentransformasikan inspirasi bagi generasi muda. Karena itu, untuk menekan lahirnya film-film murahan alias tidak berkualitas seperti film yang mengumbar seks, komedi berbau pornografi dan horor.

Untuk mendorong munculnya film berkualitas, Kemdikbud juga akan menggelar lomba Apresiasi Film Indonesia (AFI) yang mengangkat tema "Nilai Budaya, kearifan Lokal dan pembangunan Kakarakter Bangsa".

"Kami ingin AFI menjadi ajang penyegaran dan pembelajaran sineas dan insan perfilman terhadap isi cerita untuk mengenalkan lebih dalam nilai-nilai toleransi, keberagaman, kearifan lokal dan Cinta Tanah Air sekaligus akan memperkuat peran Lembaga Sensor Film (LSF)," katanya.

Ia mengatakan, lomba penulisan skenario film akan dibatasi untuk cerita anak, nasionalisme, dan kepahlawanan. Total hadiah penulisan skenario ini sejumlah Rp180 juta, di mana praktisi perfilman dan masyarakat umum pun dapat mengikuti.

Film yang dapat menjadi peserta, ialah film yang diproduksi dalam kurun waktu dua tahun. Pendaftaran film dimulai pada 5 Oktober-27 Oktober, penjurian 29 Oktober--14 November, dan malam anugerah akan digelar pada 25 November mendatang.

Pemerintah juga akan menyebar luaskan film-film berkualitas untuk ditayangkan di kawasan 3 T (Tertinggal, Terluar, Terpencil) dengan program Fasilitasi Biora dan membeli lisensi film seperti Negeri 5 Menara, Laskar Pelangi, Garuda di Dadaku, Sang Pemimpi, dan atau Ayat-Ayat Cinta, dan memutarnya dengan 20 mobil sinema ke kawasan 3 T ini.

Sementara itu, Wakil dari lembaga Sensor Film, Nunus Supardi, mengatakan film-film horor dan berbau kekerasan sebelum tahun 2010 dan jumlahnya mencapai lebih dari 100 film dengan berbagai judul "aneh-aneh".

"Kami memang termasuk bangsa yang memprihatinkan karena sedikit sekali menghasilkan film-film yang mengangkat tema kearifan lokal, kebudayaan bangsa yang kaya dan beragam. Kami harus belajar ke negara lain seperti India dengan industri film Bollywood, tentu saja Amerika dengan Hollywood dan bahkan dunia perfilman Nigeria sekarang maju melalui Nollywood," katanya.

Film-film yang dihasilkan oleh tiga industri perfilman tersebut Hollywood, Bollywood dan Nollywood sebanyak 56 persen menggunakan bahasa lokal dan mengangkat tema-tema budaya lokal, katanya.

"Kalau orang kulit putih mempunyai gaya hidup dengan segala romantikanya kemudian dibuatkan film-nya agar bangsa-bangsa lain mengetahuinya dan bahkan kemudian ditiru menjadi trend seluruh dunia, justru India dan Nigeria cepat sadar dengan memproduksi film-film yang mengangkat tema lokal akhirnya juga dikenal ke seluruh dunia," tambahnya.

SUMBER

kalo perlu....rumah produksi-nya dibanned sekalian pak....:D

[HOT NEWS] Bentrok Warga Kembali Pecah di Ambon

[imagetag]

Dua kelompok warga di Ambon, Sabtu (6/10/2012) dinihari sekitar pukul 02.40 Wit terlibat bentrok di kawasan Ongkoliong, Desa Batu Merah, Kecamatan Sirimau, Ambon. Bentrok yang terjadi kali ini merupakan bentrok lanjutan dua kelompok warga yang sama, yang sebelumnya pecah pada Rabu, (3/10/2012) dinihari.

Pantauan Kompas.com di lokasi kejadian, kedua kelompok warga ini sama-sama mempersenjatai diri dengan kayu, besi, serta sejumlah alat tajam seperti parang dan pisau. Tidak terjadi saling serang secara terbuka karena salah satu kelompok warga hanya bertahan dan bersiaga di sejumah bangunan bekas ruko di kawasan Ongkoliong.

Meskipun demikian, aksi saling lempar batu antara keduanya tidak dapat dihindari. Tidak ada laporan korban jiwa maupun luka-luka dalam insiden ini, namun sebuah toko kaset yang terletak di kawasan Ongkoliong dibakar salah satu kelompok warga. Warga juga merusak pagar di terminal luar kota yang berada di kawasan tersebut.

Untuk mengamankan situasi, ratusan aparat TNI dan polisi dari Polres Pulau Ambon dan pulau-pulau Leasse dibantu Brimob Polda Maluku langsung mendatangi lokasi kejadian dan menyekat kedua kelompok ini.

Aparat TNI dan polisi bahkan sempat kewalahan untuk menghalau ratusan orang dari salah satu kelompok warga yang terus merangsek masuk ke bekas ruko yang dijadikan tempat pertahanan kelompok warga lain yang terlibat bentrok.

Untuk menghalau massa, dan menghindari terjadinya kontak langsung antar warga, aparat kemanan sempat mengeluarkan tembakan ke udara secara berulang-ulang.

Beberapa saat sebelum bentrok terjadi, terdengar bunyi pukulan tiang listrik yang dengan cepat membuat warga langsung terkonsentrasi. Informasi yang dihimpun di lapangan, kuat diduga bentrok susulan ini terjadi menyusul adanya saling ejek di antara kedua kelompok warga.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari aparat kepolisian, sementara itu kondisi dan situasi keamanan di Kawasan Ongkoliong Desa Batu Merah berangsur normal dan sepenuhnya telah dapat dikendalikan aparat kemamanan dari TNI dan Polisi.

SUMBER

kapan ambon bisa menjadi kota yg aman dan damai?:capedes

Mereka yang Meraup Keuntungan di Musim Kemarau

Quote:

Quote:

[imagetag]

Sabtu, 06 Oktober 2012, 06:54 WIB

Quote:

REPUBLIKA.CO.ID, KALIANDA, LAMPUNG SELATAN -- Musim kemarau berkepanjangan tidak selamanya merugikan masyarakat. Para penggali sumur di Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung, meraup keuntungan menyusul banyak sumur penduduk kering dan harus digali lebih dalam.

Bahkan mereka memasang tarif lebih tinggi dari biasanya.

"Kami sampai kewalahan memenuhi permintaan warga untuk menggali sumur lebih dalam supaya tetap bisa mendapatkan air bersih saat kemarau ini," kata salah satu penggali sumur di Kecamatan Tanjungsari, Lampung Selatan, Fredy, di Tanjungsari, Sabtu.

Jika ia mendapat upah Rp 50 ribu per hari maka di musim kemarau ini, ia menaikkan tarif menjadi Rp 75 ribu per hari. Biasanya ia harus menggali minimal tiga sampai empat hari bahkan lebih.

"Kami sampai menolak pesanan, karena banyak sumur warga yang minta digali lagi saat kemarau ini," ujar dia pula.

Sebenarnya, profesi ini, kata dia, hanya sampingan selain bertani dan beternak, namun pada musim kemarau ini sudah menjadi pekerjaan sehari-hari.

"Upah penggali sumur memang pasarannya Rp75.000 per hari, karena pekerjaan ini sulit dilakukan," kata dia pula.

Dia menambahkan, sejumlah warga daerah itu saat ini memang kesulitan untuk mendapatkan air bersih sementara sumur-sumur mereka sudah kering akibat kemarau panjang yang sudah berlangsung selama beberapa bulan terakhir.

"Kami memang diuntungkan dengan kondisi ini, namun tetap berharap kemarau segera berakhir sehingga dapat menggarap sawah lagi yang saat ini terbengkalai akibat kekeringan," ujar dia.



mau hujan, mau kemarao
semua tidak lah buruk
tinggal pintar2 nya manusia nya saja
yang mau mensyukuri dan memanfaatkan keadaan :beer:

Novel, Penyidik KPK yang Langsung Periksa Tersangka Korupsi Djoko Susilo

Novel merupakan penyidik yang memeriksa langsung DS.

Djoko Susilo, tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan simulator ujian SIM, kemarin, kemarin, menjalani pemeriksaan di KPK. Salah satu penyidik KPK yang melakukan pemeriksaan terhadap mantan Korlantas Polri adalah Novel Bawedan.

Hal itu dikatakan oleh Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto di kantor KPK, dinihari ini. "Hari ini Novel termasuk salah satu yang periksa langsung DS," kata Bambang.

Kemarin, Direkskrimkum Polda Bengkulu Dedy Rianto mendatangi kantor KPK. Dedy, kata Bambang, hadir di kantor KPK dengan membawa surat perintah penangkapan dan penggeledahan terhadap Novel dengan tuduhan penganiayaan.

Akan tetapi surat tersebut tidak disertai ijin pengadilan dan tidak bernomor surat. Novel pun dituduh telah melakukan penganiayaan.

Menurut Bambang, kasus dugaan penganiayaan yang dituduhkan kepada Novel sudah selesai pada 2004 silam. Selain itu, penganiayaan tersebut sesungguhnya tidak dilakukan oleh Novel melainkan anak buah Novel di Bengkulu dulu.

"Novel bukan pelaku. Dia justru ambil alih tanggung jawab dan sudah mendapatkan teguran keras atas perbuatan anak buahnya. Kasusnya selesai pada 2004," kata Bambang.

Bambang mengatakan saat peristiwa itu terjadi Novel menjabat sebagai Kasat Serse Polres Bengkulu. Seorang anak buah Novel melakukan tindakan melanggar hukum yang menyebabkan seseorang meninggal.

"Terhadap kasus itu sudah dilakukan suatu sidang di Majelis Kehormatan Kode Etik," kata Bambang.
Penulis: Rizky Amelia/ Ratna Nuraini

sumber



Oh jadi ini permasalahannya, DS sakit hati diperiksa anak buahnya yg berintegritas dan tidak penakut

Misteri Fadhil, Orang Yang Perintahkan Penangkapan Novel

Udah jangan nunggu si kampretos. Segera amankan N (Novel).

Seorang juru kamera televisi berita berhasil mengabadikan sebuah pesan BlackBerry (BBM) antara Kepala Mapolda Bengkulu dengan seseorang bernama Fadhil. Fadhil diduga orang dari Mabes Polri yang ditugaskan menangkap penyidik polisi yang menolak ditarik dari Komisi Pemberantasan Korupsi.

Dalam BBM tersebut, Fadhil menyebut Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto "kampretos". Fadhil memerintahkan Kepala Mapolda Bengkulu untuk segera menahan Novel Baswedan, satu dari lima penyidik KPK yang menolak untuk kembali ke Polri.

Berikut cuplikan BBM antara Kepala Mapolda Bengkulu dengan orang bernama Fadhil:

Kepala Mapolda Bengkulu: "Ini si Kampretos BW (Bambang Widjojanto) mau turun."

Fadhil: "Udah jangan nunggu si kampretos. Segera amankan N (Novel)."

Sementara itu sejumlah aktivis antikorupsi membentuk pagar betis di depan lobi KPK untuk menghadang upaya jemput paksa itu. Tampak pula Wakil Menteri Hukum dan HAM mendatangi kantor KPK pada pukul jam 22.55 WIB.

Para aktivis yang membentuk pagar betis itu antara lain Haris Azhar, Ronald Rofiandi, Usman Hamid, Donal Fariz, dan Dandy Laksono.

sumber


Siapakah Fadhil ?? Benarkah Ia Perpanjangan Tangan Koruptor Di Kepolisian ???? Reformasi Kepolisian RI, Jayalah KPK

Koruptor Melawan : Kronologi Upaya Penjemputan Paksa Kompol Novel

Kronologi Upaya Penjemputan Paksa Kompol Novel


Jakarta Ketika jam kerja telah berakhir pada Jumat (5/10), seketika 2 kompi anggota Polisi mendatangi KPK untuk menjemput Kompol Novel Baswedan. Berikut kronologi upaya penjemputan itu menurut Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto dan berdasar sumber lainnya.

Kamis (4/10)

20.00-21.00

Pada Kamis, 4 Oktober 2012 pukul 20.00 - 21.00 WIB, datang utusan dari Polri yakni AA dan AD bertemu Novel di kantor KPK. Keduanya meminta Novel untuk bertemu Kepala Satuan Reserse Kriminal (Korseskrim) Polri Yasin Fanani.

Menurut Bambang, Novel yang merupakan kepala satuan tugas penanganan kasus korupsi pengadaan alat simulasi roda dua dan roda empat di Korps Lalu Lintas (Korlantas) dengan tersangka Irjen Pol Djoko Susilo, bersedia untuk bertemu Yasin bila diizinkan pimpinan, namun pimpinan yang ada saat itu yaitu Busyro Muqoddas tidak memberikan izin.

"Tujuan pertemuan adalah untuk membantu Novel melakukan konfirmasi atas teror dan kriminalisasi yang didapat Novel kepada Kapolri sebagai orang tua sekaligus pembahasan alih status 28 penyidik di KPK," jelas Bambang.


Jumat (5/10/2012)

20.00 WIB

Kombes Dedi Riyanto yang berasal dari Direskrimum Polda Bengkulu bersama lima orang lain datang ke KPK. Kedatangan mereka bersama dengan puluhan intel yang berjaga di sekeliling gedung KPK.

"Mereka baru bertemu dengan Deputi pukul 20.00 dengan membawa surat perintah penggeledahan dan penangkapan dengan alasan Novel melanggar pasal 351 ayat 2 dan 3 KUHP," jelas Bambang.

Dalam pertemuan itu menurut Bambang, ada dua opsi: yaitu membuat berita acara penolakan atau datang saat jam kerja sewajarnya, sehingga surat-surat itu belum diberikan kepada Novel atau pun pimpinan KPK.

"Di sini Novel dituduh melakukan penganiayaan tidak pernah berada di tempat
kejadian, jadi tidak melakukan tindakan seperti yang dituduhkan, kesimpulannya ini adalah tindakan kriminalisasi terhadap KPK," tegas Bambang.

23.00 WIB

Kombes Dedi dan rombongan bergegas meninggalkan gedung KPK. Mereka sama sekali tidak berkomentar meski dicecar pertanyaan oleh wartawan. Sedangkan para intel satu persatu secara perlahan pergi dari wilayah Kuningan.Mereka tidak mau berkomunikasi jika hanya deputi yang mereka temui.

Sabtu (6/10)

01.00 WIB

Pimpinan KPK dan para tokoh masyarakat menggelar konferensi pers. Dalam jumpa pers ini Bambang menjelaskan, Novel adalah mantan anggota Polda Bengkulu dengan jabatan Kasatserse Polda Bengkulu pada 1999-2005. Terkait tudingan yang mengatakan bahwa Novel melakukan penembakan terhadap seseorang di Bengkulu, Bambang membantah hal tersebut.

"Pada 2004, ada anak buah Novel yang melakukan tindakan di luar hukum yang menyebabkan korban jiwa, tapi bukan Novel yang melakukan hal itu," tambah Bambang.

Atas kejadian tersebut, Novel diminta untuk menghubungi keluarga korban dan sudah lakukan sidang di majelis kehormatan kode etik. "Novel yang mengambil alih tanggung jawab anak buahnya dan ia pun sudah mendapat teguran keras, sehingga kasusnya sudah selesai pada 2004," jelas Bambang.

(fjp/ndr)


sumber


Status Darurat nih, Koruptor sudah mulai melawan, aparat negara malah sudah jadi alat koruptor melawan KPK. Revolusi !!! Tiru Hongkong, rumahkan semua polisi dari Jenderal hingga kelas kroco... sementara yg bekerja adalah polisi independen

Peoples Power Mulai Menampakkan Diri, Banyak Masyarakat Turun Ke Jalan Dukung KPK

Massa Pendukung KPK 'Kuasai' Jalan HR Rasuna Said


Jakarta Massa dari berbagai aliansi terus berdatangan untuk memberikan dukungan pada KPK. Menjelang subuh, massa semakin banyak dan mulai duduki Jalan HR Rasuna Said.

Pantauan detikcom, Sabtu (6/10/2012), dari 4 lajur Jalan HR Rasuna Said yang mengarah Mampang, hanya tersisa lajur untuk Transjakarta yang masih bisa dilalui kendaraan. 500 Orang terlihat menduduki jalan utama Kuningan tersebut.

Massa juga membentangkan bendera merah putih ukuran 8x5 meter di tengah jalan dan terus melakukan orasi. Mobil pick up yang mengangkut pengeras suara yang awalnya di pinggir jalan dipindahkan ke tengah jalan.

Terlihat 20 orang polisi berseragam berjaga di sekitar KPK. Mereka mengatur lalu lintas dan berjaga-jaga di sekitar lokasi orasi.

Pantauan detikcom, Sabtu (6/10/2012), saat ini sudah tak terlihat lagi anggota kepolisian yang tadi datang ke KPK untuk menangkap Novel Baswedan. Novel yang berpangkat Komisaris Polisi ini merupakan salah satu penyidik KPK yang ikut menangani kasus dugaan korupsi di Korlantas Mabes Polri. Bahkan saat penggeledahan, Novel ikut 'mengobrak-abrik' Korlantas Mabes Polri.

(mok/mok)


sumber


Gejala Revolusi dan Peoples Power, Negara dengan aparat polisinya yg berkinerja kacau dan ngawur membuat marah bangsa Indonesia

Novel Adalah Polisi Baik Yang Direkrut KPK, Menangkap Bupati Hingga Jenderal

Kompol Novel, dari Menangkap Bupati Sampai Memeriksa Jenderal Polisi


Jakarta Demi melindungi penyidiknya, Kompol Novel Baswedan, pimpinan KPK pasang badan dari upaya penjemputan paksa oleh petugas Polri. Sepak terjang sang penyidik itu memang cukup mengesankan dalam menjalankan tugasnya.

Nama Novel sebenarnya tidak begitu asing, setidaknya bagi para majelis hakim pengadilan Tindak Pidana Korupsi yang pernah beberapa kali akrab dengan namanya. Para kuasa hukum pekara yang ditangani KPK, pernah meminta penyidik dihadirkan, dan Novel setidaknya dua kali hadir.

Novel juga beberapa kali terlibat dalam upaya penggeledahan atau tangkap tangan. Dia merupakan penyidik yang terlibat dalam penangkapan bupati Buol Amran Batalipu, yang mana proses operasi itu diwarnai dengan penghadangan oleh puluhan pendukung Amran.

Novel yang saat itu mengendarai motor untuk melakukan pengejaran, bahkan sempat akan ditabrak oleh romobongan Amran. Beruntung dia bisa menghindar, sedangkan motornya ringsek.

Tak hanya itu saja, Novel adalah penyidik KPK yang dengan keras menghadang upaya penghentian penggeledahan KPK di markas Korlantas bulan Juli lalu. Padahal kala itu, dia harus berhadapan dengan perwira Mabes Polri berpangkat Kombes.

Ketika itu Novel menunjukkan surat perintah pengadilan yang dimiliki KPK untuk menggeledah markas Korlantas. Perdebatan pun terjadi. Ada informasi yang menyebutkan sejak itu, nama Novel masuk dalam daftar incaran.

Dan pada Jumat kemarin, Novel adalah salah satu penyidik KPK yang melakukan pemeriksaan langsung kepada Irjen Djoko Susilo, tersangka kasus Simulator SIM. Seorang perwira menengah berpangkat Kompol memeriksa jenderal aktif bintang dua.

"Novel ini salah satu yang memeriksa langsung DS siang tadi," ujar Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto di kantornya, Sabtu (6/10/2012) dinihari.

"Dia merupakan salah satu penyidik terbaik KPK," sambung Bambang.

(fjp/ndr)

sumber

Kami sebagai rakyat yg memegang kedaulatan tertinggi dalam demokrasi, memerintahkan supaya Kepolisian RI Diaudit Kinerja oleh BPK dan Diinvestigasi oleh KPK. DPR bukan wakil kami, DPR wakil koruptor yg tidak bisa kami andalkan

Seorang Wisatawan Amerika Ditembak Mati di Israel

Polisi Israel menembak mati seorang pria Amerika yang sebelumnya telah menewaskan seorang karyawan hotel di kota wisata tepi laut merah, Eilat.

[imagetag]
Tentara Israel berjaga di sekitar sebuah hotel di kota wisata tepi laut Merah, Eilat (5/10). Polisi Israel menembak mati seorang warga AS, yang sebelumnya telah menewaskan seorang karyawan hotel di lokasi tersebut.

Para pejabat mengatakan pria itu, seorang warga Amerika berusia 20an tahun, mencuri senjata api dari seorang penjaga keamanan dan menembak seorang karyawan hotel yang tewas di tempat kejadian.

Polisi mengatakan pria tersebut kemudian berlindung di dapur hotel tersebut dan melepaskan tembakan ketika bernegosiasi dengan polisi. Dia kemudian ditembak mati oleh polisi.

Polisi belum memberikan motif atas serangan tersebut, tetapi laporan-laporan mengatakan pelaku penembakan itu pernah bekerja di hotel itu dan mengenal korbannya.

Sumber: http://www.voaindonesia.com/content/...l/1520870.html

Babu nentang majikan trus majikan nendang babu nieh ceritanya :ngakaks

Gempar Jemput Paksa Penyidik Polri di KPK

Jakarta, BeritaPrima.com – Sejumlah anggota Provost dari Mabes Polri mendatangi gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Sedikitnya enam mobil yang ditumpangi anggota Provost diparkir di samping gedung KPK sejak pukul 19.00 WIB. Mereka lalu masuk ke gedung KPK melalui pintu belakang. Sebagian berpakaian ala preman dan lainnya mengenakan pakaian Provost.

Sumber di KPK menyebutkan, kedatangan mereka ingin menjemput lima penyidik Polri yang masih bertugas di KPK. "Iya benar jemput," katanya.

Suasana di gedung KPK terlihat mencekam. Mereka menyebar di sekitar gedung KPK. Menjaga setiap gerbang masuk KPK.

Wakil Ketua KPK, Bambang Widjajanto, yang dikonfirmasi masalah ini, menyatakan penarikan paksa personilnya ini ilegal.

"Tidak ada konfirmasi," kata Bambang, melalui pesan singkat, Jumat (5/10/2012).

Sementara itu, Juru bicara KPK, Johan Budi, mengaku hingga kini pihaknya belum dikonfirmasi oleh Mabes Polri terkait penarikan paksa penyidiknya ini.

"Kami belum menerima informasi yg valid mengenai apa benar ada penangkapan. Jadi kami akan koordinasi dahulu" kata Johan.

Untuk diketahui, kini, beberapa personil polisi itu menyebar hampir disetiap titik kantor KPK. Dua mobil pun terpakir tepat di gedung komisi yang dipimpin Abraham Samad ini.

Seperti diketahui, Mabes Polri mengultimatum lima penyidik yang bertugas di Komisi Pemberantasan Korupsi untuk segera melapor ke institusi seiring dengan berakhirnya masa tugas. Mereka mengancam jemput paksa apabila masih membangkang.

Sebanyak 20 penyidik Polri ditarik dari KPK karena dinyatakan habis masa tugasnya. Sebanyak 15 penyidik sudah melapor ke Mabes Polri, sedangkan sisanya masih bertahan di KPK karena ingin menjadi penyidik permanen.

Namun, berbeda dengan pendapat pihak Polri. Wakapolri Komisaris Jenderal Nanan Sukarna malah menganggap upaya penjemputan itu sebagai keharusan.

"Bukan lagi bisa, malah berkewajiban. Menahan itu karena tugas, tanggung jawab dan kewajiban," kata Nanan.

Nanan mengatakan, pihaknya telah memberitahukan undang-undang dan aturan yang berlaku di internal Polri kepada KPK. Meskipun bertugas di KPK, para penyidik itu tetaplah anggota kepolisian.

Nanan mengakui adalah hak dari mereka untuk memilih pekerjaan dan menentukan nasib sendiri. Namun demikian, dalam setiap hak, terdapat kewajiban. "Kalau mau pindah status kewajiban yang ada harus mengundurkan diri kepada Kapolri, nanti Kapolri memberikan keputusan di setujui apa tidak," kata dia.

"Ingat, 30 hari belum melapor sejak masa tugasnya habis namanya desersi (pembelotan). Bisa dibilang insubordinasi (pemberontakan). Begitu termasuk saya. Saya bintang tiga, apalagi bintang tiga. Seharusnya melapor. Ada etika. Sudah menjadi kontrak mati," ucap Nanan.

Sebelumnya diberitakan, lima penyidik Polri yang ditarik dari KPK, tidak mau kembali berkarir di Mabes Polri. Untuk itu, mereka siap mengundurkan diri dari keanggotaannya sebagai anggota polisi.

Nanan menambahkan ada code of conduct yang harus dipatuhi setiap anggota polisi. Jika akhirnya ditangkap, Nanan menegaskan hal itu bukan berarti Polri bersikap sewenang-wenang. "Bayangkan 400 ribu polisi nggak bisa diatur, jadi gerombolan itu," ucapnya.

Penyidik Polri yang ditugaskan di KPK berbondong-bondong memilih untuk menjadi pegawai tetap KPK ketimbang harus kembali ke institusinya, Polri.

Wakil Ketua KPK, Busyro Muqoddas mengatakan, sebanyak 28 penyidik ingin menetap di KPK. "28 Orang itu yang sudah diberi SK (Surat Keputusan) oleh pimpinan KPK, dan sudah disampaikan ke Mabes Polri kemarin siang," kata Busyro di kantornya, Kamis, 4 Oktober 2012.

Surat Keputusan itu Kendati begitu, Busyro dengan pimpinan KPK lainnya tengah mempertimbangkan bagaimana mekanisme pengunduran diri para penyidik itu dari institusi Polri. Agar para penyidik ini bisa bekerja secara profesional. Busyro menampik kedudukan penyidik ini akan menjadi polemik dikemudian hari. merupakan surat pengangkatan penyidik tetap KPK. Busyro yakin pengangkatan 28 penyidik sebagai pegawai KPK itu, sudah sesuai dengan peraturan perundangan, antara lain Peraturan Pemerintah Nomor 63 Tahun 2005 Tentang Sumber Daya Manusia di KPK. PP ini merupakan turunan UU KPK yang secara khusus mengatur sistem sumber daya manusia di KPK. (http://beritaprima.com)

Syahwat Habisi Anas Tak Akan Pernah Berhenti

Jakarta, BeritaPrima.com – Seiring dengan semakin dekatnya pesta politik 2014, nama Ketua Umum Demokrat Anas Urbaningrum, kembali mencuat. Sayangnya, disebutnya Anas kali ini bukan karena dia diunggulkan untuk tampil sebagai kandidat pada 2014, melainkan karena sejumlah kasus yang diduga melibatkan dia.

Kali ini, Anas dilekatkan dalam kasus Kongres Partai Demokrat. Upaya Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjerat Anas penuh liku.

Jalan berliku harus dilalui KPK untuk menjerat Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum. Jika sebelumnya dikaitkan dengan kasus Wisma Atlet, sertifikat tanah Hambalang, kepemilikan mobil Toyota Harrier, kini Anas dikaitkan dengan Kongres Partai Demokrat Mei 2010 lalu terkait aliran dana dari proyek Hambalang.

Ketua KPK Abraham Samad mengaku saat ini pihaknya tengah melakukan penyelidikan Kongres Partai Demokrat terkait aliran dana proyek Hambalang. Ketika ditanya soal posisi Anas, Abraham mengatakan "Kami masih dalami. Tunggu saja tanggal mainnya. Ingat lagu Krisdayanti. Tahu ga lagunya apa? Ya itu dia, menghitung hari," cetus Abraham, Kamis (5/10/2012).

Lebih terperinci, Wakil Ketua KPK Busyro Muqoddas mengatakan pihaknya membidik Anas Urbaningrum terkait aliran dana dari proyek Hambalang. "Sudah kita ketahui ada supir Anas dipanggil dan seterusnya. Jadi kita mengapresiasi, setiap informasi atau petunjuk-petunjuk yang masuk kita kembangkan," kata Busyro.

Mantan Ketua Komisi Yudisial ini mengatakan pihaknya besar kemungkinan akan kembali memanggil Anas Urbaningrum terkait kasus ini jika memang diperlukan dalam penyelidikan.

Anas telah dua kali dipanggil KPK. Dalam pemanggilan pertama pada 27 Juni 2012 lalu, Anas mengaku tidak tahu menahu dalam urusan proyek Hambalang. Dia juga menampik bila dirinya memerintahkan anggota Fraksi Partai Demokrat Ignatius Mulyono untuk mengurus sertifikat Hambalang. "Apakah saya tahu proyek Hambalang, saya tidak tahu proyek Hambalang," bantah Anas kala itu.

Sumber di internal Demokrat menyebutkan, bahwa upaya penjeratan Anas Urbaningrum sejatinya sangat jauh dari esensi penegakan hukum. Karena, lanjut sumber tadi, hal itu jelas-jelas merupakan 'misi pesanan' dari orang kuat. "Boleh percaya boleh tidak, Anda bisa investigasi sendiri. Ada operasi senyap dengan biaya miliaran rupiah untuk menjatuhkan Anas," terang sumber tadi.

Alasannya, Anas tidak hanya dianggap berani melawan Ibu Ani Yudhoyono, tetapi juga bisa membahayakan Trah Cikeas di pentas politik Demokrat. "Kita pasti masih ingat bagaimana Anas melawan Bu Ani yang dalam kongres lalu menagokan Andi Mallarangeng. Bahkan waktu itu Ibu Ani mengirimkan SMS yang berisi kemarahan kepada Anas karena dianggap mbalelo," terangnya.

Pantas kalau Ciekas was-was terhadap Anas. Pasalnya gerbong Anas dari HMI Connection relatif kuat. Bahkan bisa dibilang terlalu kuat untuk dilawan bila tidak segera dihabisi. Apalagi kelompok ini punya militansi kuat untuk mengusung Anas sebagai Presiden mendatang.

Dan faktanya, Anas memang masih bisa bertahan, bahkan tetap mendapat dukungan kuat di akar rumput, meski terus digoyang. Upaya KLB yang sempat mereka lancarkan ternyata gagal di tengah jalan. Pun dengan permintaan agar Anas nonaktif, juga tak digubris. "Maka satu-satunya jalan yang bisa melengserjan Anas hanya dengan menjadikan dia tersangka. Karena sesuai AD ART partai, ketua umum otomatis akan lengser kalau sudah menjadi tersangka sebuah kasus," jelasnya.

Inilah alasannya mengapa kubu Marzuki dan juga Ciekas terus mendorong agar Anas segera ditersangkakan. Bahkan, menurut sumber di KPK, Ketua KPK Abraham Samad mendapat tekanan kuat agar status tersangka segera dijeratkan ke Anas. "Itulah sebabnya orang seperti Ruhut sangat yakin kalau Anas akan jadi tersangka, karena ini pesanan dari orang kuat," sambung sumber tadi.

Ia tak mau menyebutkan siapa yang dimaksud dengan orang kuat. Sumber itu hanya mengatakan, bahwa semua orang pasti tahu siapa yang dimaksud.

Akibat misi pesanan di KPK ini, lanjut sumber tadi, para penyisik di KPK sempat mengancam mogok. Kabar ancaman mogok para penyidik KPK sempat mewarnai pemberitaan media nasional beberapa waktu lalu. "Para penyidik melawan karena dasar hukum untuk menjadikan Anas tersangka terlalu dipaksakan," ujarnya.

Toh, para musuh Anas tak menyerah begitu saja. Apalagi opini publik sudah terbentuk bahwa Anas adalah koruptor. Pun demikian dengan parpol lain, juga senang bila Anas diobok-obok. "Pertama kali Anas terpilih sebagai ketua umum kan semua tokoh politik senior ketar-ketir. Makanya mereka juga ikut senang kalau sekarang Anas diobok-obok, bahkan ikut ngompori, mungkin sambil tertawa terbahak-bahak," ucap sumber tadi.

Kini KPK memang tengah dalam ujian, apakah bisa memerankan diri sebagai lembaga yang objektif, ataukah tetap berada di bawah bayang-bayang Istana. Dan bila melihat indikasinya, nampaknya upaya pengusutan keterlibatan Anas semakin gencar dilakukan.

Sumber di lingkar dalam Anas Urbaningrum menyebutkan dalam dua pekan terakhir KPK memanggil sejumlah nama yang dihubungkan dengan Anas. Mulai supir, Ketua DPC Partai Demokrat, termasuk anggota Sahabat Anas Urbaningrum.

"Sayangnya, penyelidik KPK hanya melokalisir pada Anas saja. Padahal saksi menyebutkan soal keberadaan Ibas Yudhoyono dan Marzuki Alie, tapi tidak masuk dalam Berita Acara Pemeriksaan," terang sumber tersebut saat dihubungi.

Secara detil sumber tersebut menyebutkan pernyataan bekas ajudan Nazaruddin saat dipanggil penyelidik KPK tentang kemana saja aktivitas Nazaruddin sebelum, saat dan setelah Kongres Partai Demokrat. "Jawabnya, 'saya ikut Pak Nazar terus pak'. Penyelidik bertanya, 'Ketemu siapa saja? dia jawab. 'Ketemu Pak Marzuki Ali dan Mas Ibas dan Pak Andi Mallarangeng'" ucap sumber tersebut.

Saksi lain ditanyakan, sambung sumber tersebut, tentang siapa saja yang dikasih uang oleh Nazaruddin saat Kongres Partai Demokrat Mei 2010 lalu. Beberapa nama sempat disebut namun kemudian hanya Andi Mallarangeng yang diproses.

Lebih lanjut sumber tersebut menyebutkan upaya penggiringan keterkaitan Kongres Partai Demokrat dengan Hambalang terkesan dipaksakan. "Seperti yang dilakukan terhadap anggota Sahabat Anas Urbaningrum (SAU) yang hadir saat Kongres. Ditanyakan siapa yang bayar hotel? Siapa yang bayar makan? Padahal mereka jauh dari lokasi kongres," beber sumber tersebut.

Sementara itu politisi Demokrat, Didi Irawadi, mewanti-wanti agar KPK bertindak adil dalam menyebut nama yang diduga terlibat kasus korupsi. "Pokoknya siapa pun yang disebut, KPK harus bertindak sesuai dengan prosedur hukum yang ada," kata Ketua DPP Partai Demokrat bidang hukum dan korupsi, Didi Irawadi, Jumat (5/10/2012).

Didi merupakan putra Amir Syamsuddin yang kini duduk sebagai Menkumham. Partai Demokrat, kata Didi, tidak akan mengintervensi institusi tindak kejahatan korupsi itu dalam memberangus tindak kejahatan korupsi. "Sikap Partai Demokrat menyerahkan sepenuhnya kepada KPK sesuai dengan koridor hukum yang ada," tegas putra Menteri Hukum dan HAM itu.

Oleh sebab itu, dia meminta agar lembaga pimpinan Abraham Samad Cs itu tidak asal sembarangan menyebut nama dalam kasus korupsi. "Jangan sekedar menyebutkan nama, sebaiknya penanganan itu harus sesuai hukum," ucap Anggota Komisi III DPR itu.

Diketahui, Ketua KPK Abraham Samad mengisyaratkan ada perkembangan baru dari penanganan kasus dugaan korupsi pembangunan sport center di Hambalang, Jawa Barat yang saat ini dalam tahap penyelidikan.

Menurut Abraham, tinggal tunggu waktu saja ada yang baru dari penyelidikan kasus Hambalang. Walaupun, dia tidak mau menyebutkan apakah yang dimaksud tersebut adalah penetapan tersangka dalam kasus tersebut.

"Jadi proses Hambalang masih dalam tahap penyelidikan. Mudah-mudahan, dalam satu sampai dua minggu (ada perkembangan baru)," kata Abraham di kantor KPK, Jakarta, Kamis (4/10/2012).

Tetapi, Abraham enggan mengatakan apakah perkembangan tersebut adalah menetapkan Ketua Umum DPP partai Demokrat, Anas Urbaningrum sebagai tersangka. Walaupun, dari pemeriksaan yang belakangan dilakukan oleh KPK mengarah pada adanya aliran dana ke kongres partai Demokrat tersebut.

"Biasanya, untuk tahap awal kita tidak akan menyebutkan siapa yang jadi potensial tersangka dalam sebuah perkara. Sebab, akan menghalangi langkah-langkah penyelidikan berikutnya," ujar Abraham. (http://beritaprima.com)

Andi news online

Hanya gosip

Blog Archive