gan, Jika kita
meyebut Pramuka, maka kita akan mengenang
tokoh pendiri Pramuka international, Robert
Baden-Powell.
Powell dilahirkan di Paddington, London pada
1857. Dia adalah anak ke-6 dari 8 bersaudara.
Ayahnya, Harry Baden-Powell seorang pendeta
dan mengajar geometri di Oxford. Ayahnya
meninggal ketika dia berusia 3 tahun, kemudian ia
dibesarkan oleh ibunya, Henrietta Grace Smith,
seorang perempuan yang mempunyai motivasi
bahwa anak-anaknya harus berhasil. Baden-Powell
berkata tentang ibunya pada 1933, "Rahasia
keberhasilan saya adalah ibu saya."
Pada Januari 1912 Baden-Powell bertemu calon
isterinya Olave Soames di atas kapal penumpang
(Arcadia) dalam perjalanan ke New York untuk
memulai perjalanan Pramuka di seluruh dunia
Dunia. Saat itu, Olave berusia 23, Baden-Powell 55,
dan mereka sama tanggal lahirnya. Mereka
bertunangan pada September tahun yang sama
dan menjadi sensasi pers, mungkin karena
ketenaran Baden-Powell. Pernikahan perbedaan
usia seperti itu lazim pada saat itu. Untuk
menghindari gangguan pihak pers, mereka
melangsungkan pernikahan secara rahasia pada
30 Oktober 1912. Dalam perkimpoian itu mereka
dikaruniai tiga anak satu anak laki-laki dan dua
perempuan.
Tapi ada cerita yang berbeda yang ditulis oleh dua
penulis biografi tentang Baden-Powell, Michael
Rosenthal dari Columbia University dan Tim Jeal.
Menurut dua penulis itu, Powell adalahi
homoseksual yang tertekan. Buku Tim Jeal yang
diriset selama lebih dari 5 tahun, diterbitkan oleh
Yale University Press dan diterima dengan baik
oleh New York Times, Washington Post dan
penerbitan-penerbitan terkemuka lain.
Selain bukti-bukti lain, Jeal menyebutkan suatu
contoh kejadian di bulan November 1919. Ketika
mengunjungi Charterhouse, sekolahnya dulu,
Baden-Powell tinggal bersama teman lamanya, A.
H. Tod, seorang guru lajang dan pemilik rumah
yang telah mengambil foto-foto telanjang murid-
muridnya sebagai bagian dari kumpulan foto
mengenai sekolah. Dalam buku hariannya, Baden-
Powell menulis tentang hal ini: "Tinggal dengan
Tod.
Foto-foto anak laki-laki telanjang dan pohon-
pohon yang diambil oleh Tod. Dalam surat-surat
selanjutnya kepada Tod mengenai awal gerakan
Pramuka di sekolah itu, Baden-Powell menyebut
bahwa ia akan segera berkunjung kembali dan
menambahkan: "Mungkin saya ingin melihat
kembali foto-fotomu yang indah itu."
Jeal juga menyebutkan bahwa Baden-Powell, tetap
memuji tubuh laki-laki ketika telanjang dan
merendahkan tubuh perempuan. Di Gilwell park,
tempat perkemahan Pramuka di hutan Epping, ia
selalu menikmati pemandangan anak-anak laki-laki
berenang telanjang, dan kadang-kadang
berbincang dengan mereka setelah mereka
melepas baju."
Walaupun menikmati keindahan anak-anak laki-
laki, Baden-Powell tidak diketahui pernah ada
hubungan intin dengan laki-laki. Sebaliknya, ia
sangat teguh berpendapat untuk menekan
keinginan seksual, terutama dalam komunikasinya
dengan anak-anak laki-laki. Ia memasukkan
larangan yang jelas melawan onani dalam
panduan-panduan Pramuka awal (sedemikian
jelasnya sehingga penerbitnya, menolak untuk
mencetak hal ini sebelum bahasanya diperhalus).
Sampai usia 80-an, Powell terus bersurat dengan
anggota-anggota Pramuka dan memerintahkan
mereka untuk mengendalikan keinginan mereka
"merusak diri sendiri" (onani). Ia percaya pada
pendapat saat itu bahwa hal ini menyebabkan
penyakit, kegilaan dan impotensi seksual. Tapi
pandangan-pandangannya tidak disetujui oleh
semua orang. Dr. F. W. W. Griffin, editor The
Scouter, menulis pada 1930 dalam buku untuk
Rover Scouts bahwa onani adalah "tahapan yang
cukup alami dalam perkembangan" manusia.
Tapi kemudian foto-foto Tod bertahan sampai
tahun 1960-an, ketika mereka dihancurkan
mungkin untuk "melindungi reputasi Tod." Namun
R. Jenkyns mengatakan bahwa album tersebut
mengandung foto-foto anak laki-laki telanjang
dalam pose-pose yang menurut pendapatnya,
"dibuat-buat dan artifisial." Tidak ada alasan untuk
mencurigai bahwa Tod atau Powell memiliki tujuan
buruk terhadap anak. Menurut Jenkyns foto-foto
tersebut dibuat sesuai dengan tradisi pada saat itu
mengenai seni yang juga ditampilkan dalam
lukisan-lukisan Henry Scott Tuke, foto-foto Baron
Wilhelm von Gloeden, dan lain-lain. Bahwa Powell
ada ketertarikan sejenis tidak ada bantahan,
bahkan sudah banyak dituliskan dalam buku-buku
sejarah tokoh gay yang memberikan pengaruh
dunia.
sumber :
http://www.ourvoice.or.id/id/2012/08...l-seorang-gay/