![[imagetag]](http://kkcdn-static.kaskus.co.id/images/2013/03/05/979633_20130305015503.jpg)
Islamabad, Sigmanews- Menteri luar negeri Pakistan Hina Rabbani Khar telah mengatakan bahwa "tidak ada penguasa Pakistan bisa mengabaikan isu inti Kashmir".
Laporan media telah mengutip wawancara dari menteri luar negeri, disebutkannya kebuntuan dalam dialog Kashmir cukup merugikan bagi perdamaian dan harmoni di Sub-benua sekaligus memastikan bahwa Pakistan tetap fokus yang ketat atas perkembangan Kashmir, termasuk isu efek setelah di hukum gantungnya aktivis Kashmir yang populer Afzal Guru.
"Ini adalah usaha penuh Pakistan surut situasi out-of-control", dia meyakinkan dan memperingatkan India untuk menjauhkan diri dari kelambanan apapun atas masalah ini, dan supaya mempercepat perdebatan yang berorientasi hasil kondusif di awal.
"Situasi yang cepat berubah karena pemilu, tetapi masalah Kashmir tidak akan pernah berubah", katanya, sekaligus mengungkapkan penyesalan yang terdalam dan keprihatinan insiden di LoC, yang telah menimbulkan perasaan permusuhan sekali lagi.
Dia memperingatkan bahwa kebuntuan dalam dialog akan mendorong ekstrimis dan unsur-unsur teroris, yang tentu saja tidak akan kondusif bagi kedua negara, karena, bahkan India mengakui, unsur-unsur ini tidak mendukung setiap kuartal ke India.
Sebagai contoh ia menyebut proyek yang kontroversial membedakan Kishan-Ganga, yang telah berhasil diselesaikan oleh Mahkamah Internasional, secara damai, dengan memproyeksikan peta jalan yang layak untuk layak pasokan air, sekaligus mempertimbangkan pemesanan dan kekhawatiran dari kedua belah pihak.
Ketika ditanya tentang kemenangan membanggakan India dalam masalah itu, dia mengatakan bahwa kemenangan ini juga untuk Pakistan sejak India telah dibatasi lebih banyak poin masala. [AQ]
SUMBER
Semoga masalah di Khasmir bisa cepet selesai



0 comments:
Post a Comment